EpochTimesId – Rekaman yang baru dirilis menunjukkan pertemuan Angkatan Laut Amerika Serikat dengan benda misterius yang terbang di atas Samudra Atlantik. Benda tersebut diduga sebagai piring terbang.
Video 35 detik tersebut dilaporkan tertangkap oleh kamera inframerah dari atas sebuah jet tempur F/A-18 yang melaju pada ketinggian 25.000 kaki pada tahun 2015.
“Apa itu?” seorang pilot berseru setelah sensor menangkap benda yang bergerak cepat. “Lihatlah benda terbang itu!”
“Oh my gosh dude!” sahut operator sistem senjata.
Simak Videonya di Link ini : The Epoch Times.com
Video tersebut dirilis secara online oleh the Stars Academy of Arts and Sciences, sebuah perusahaan riset ilmiah swasta. Perusahaan tersebut tidak menjelaskan bagaimana mereka bisa memperoleh rekaman itu.
Namun, video itu sepertinya memang tersedia untuk umum melalui permintaan ‘Freedom of Information’ (kebebasan informasi) kepada Departemen Pertahanan.
Pada bulan Desember 2017, dua video serupa diluncurkan ke publik, di tengah pengakuan Pentagon tentang program senilai 22 juta dolar AS (sekitar 286 Miliar) yang menyelidiki penampakan UFO. Program tersebut didanai oleh Pentagon dari tahun 2008 sampai 2012.
Sepasang video tersebut menunjukkan jet tempur Angkatan Laut AS menemukan sebuah benda terbang berbentuk oval putih di lepas pantai San Diego pada tahun 2004. Salah satu pilot yang terlibat dalam insiden tersebut, Commander (purnawirawan) David Fravor, mengatakan kepada CNN bahwa dia melihat apa yang tampak seperti ‘Tic-Tac sepanjang 40 kaki’ yang bermanuver dengan cepat dan mengubah arahnya.
Pada bulan Oktober 2017, jet tempur dikirim untuk menyelidiki benda aneh yang ditangkap oleh radar, dan terlihat oleh pilot, terbang di sepanjang rute komersial di siang bolong di atas Oregon. Namun, Jet tempur gagal mengejarnya dan tidak menemukan apa-apa.
Christopher Mellon, mantan pejabat pertahanan di pemerintahan George W. Bush dan Clinton, menulis di Washington Post bahwa video-video ini tampaknya memberi bukti keberadaan pesawat yang menggunakan teknologi jauh lebih tinggi dari yang dimiliki oleh Amerika Serikat atau sekutu-sekutunya.
“Pejabat Departemen Pertahanan yang menganalisis intelijen yang relevan mengkonfirmasi lebih dari selusin insiden semacam itu di Pantai Timur sendiri sejak tahun 2015,” tulisnya.
Namun tidak cukup banyak yang dilakukan oleh pemerintah untuk menyelidiki temuan ini, Mellon berpendapat dalam artikel tersebut.
“Laporan dari berbagai layanan dan agensi sebagian besar diabaikan dan tidak dihargai di dalam stovepip birokratis masing-masing. Tidak ada proses Pentagon untuk mensintesis semua pengamatan yang dilakukan militer,” tulisnya.
“Jika asal usul pesawat ini adalah sebuah misteri, demikian juga kelumpuhan pemerintah AS dalam menghadapi bukti tersebut.”
Mellon mengamati bahwa departemen dan agen militer malah memperlakukan insiden semacam itu sebagai kejadian yang terisolasi. Mereka tidak memperlakukannya sebagai bagian dari pola yang membutuhkan perhatian dan penyelidikan serius.
Pada bulan Oktober 2017, Luis Elizondo, mantan kepala program intelijen Pentagon yang menyelidiki UFO mengundurkan diri. Dia muntuk sebagai bentuk protes atas apa yang dia gambarkan sebagai kerahasiaan yang berlebihan dalam program tersebut.
Mellon mempertanyakan apakah benda-benda asing itu adalah lompatan teknologi oleh Rusia atau Tiongkok yang mengalahkan kemampuan Amerika. Atau itu mungkin bukti dari beberapa peradaban asing.
“Sayangnya, kami tidak tahu, karena kami bahkan tidak mencari jawaban.” (waa)
Video Rekomendasi :
https://youtu.be/lmXlo4Eyfbc