Epochtimes.id- Seorang ilmuwan menemukan objek patung relief langka dari satu beberapa firaun wanita Mesir yang telah disimpan di sebuah tempat selama lebih dari 40 tahun.
Dr Ken Griffin dari University of Swansea Inggris menemukan patung itu selama sesi rutin mengajar kepada mahasiswa pada Kamis (08/03/2018).
Relief kuno ini menggambarkan sosok Hatshepsut, yang menurut para sejarawan adalah salah satu dari hanya lima wanita yang pernah memerintah di Dinasti Mesir.
Patung ini sudah berada di universitas sejak 1971 silam sebagai bagian dari koleksi Sir Henry Wellcome tetapi baru ditemukan 40 tahun kemudian.

Dr Griffin mengatakan kepada BBC, “Saya sedang memilih objek untuk sesi pemeliharaan, dan melihat foto pahatan hitam-putih tua yang terlihat lebih menarik daripada yang lain.. ketika kami menyadari apa sebenarnya tesembunyu di lantai…ini milik saya dan mahasiswa. ”
Dr Griffin mengatakan dia berharap dapat menemukan tempat yang tepat dari mana relief kuno itu diambil di kuil Hatshepsut di Deir el-Bahri.
Hatshepsut adalah firaun ke lima dari Dinasti Kedelapan Belas (1478-1458 SM) dan satu dari hanya segelintir perempuan yang memegang posisi ini.
Melansir dari swansea.ac.uk, pada awal masa pemerintahannya, sosok Firaun ini digambarkan sebagai perempuan yang mengenakan gaun panjang, tetapi ia dicirikan dengan gaya lebih banyak maskulin, termasuk digambarkan dengan jenggot.

Pemerintahan Hatshepsut adalah salah satu masa kedamaian dan kemakmuran, yang memungkinkannya membangun monumen di seluruh Mesir. Kuil pemerintahan ini dibangun di Deir el-Bahri dengan karya arsitektur Mesir.
Banyak fragmen diambil dari situs ini selama akhir abad ke sembilan belas, sebelum kuil digali oleh Egypt Exploration Fund (sekarang Masyarakat Eksplorasi Mesir) antara 1902-1909. Sejak tahun 1961 Misi Arkeologi Polandia ke Mesir telah menggali memulihkan, dan merekam kuil ini.
Meskipun Deir el-Bahri tampaknya merupakan sumber yang paling mungkin untuk artefak ini, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi hal ini dan bahkan mungkin untuk suatu hari menentukan tempat yang tepat dari mana fragmen tersebut berasal.
Mengingat pentingnya objek tersebut, kepala patung Hatshepsut kini telah dipajang pada posisi yang menonjol dalam House of Life di Pusat Mesir.

Dr Griffin dalam siaran pers Swansea University mengatakan: “Pusat Mesir adalah sumber daya yang luar biasa dan tentunya merupakan salah satu faktor utama dalam menarik mahasiswa untuk belajar Egyptology di Swansea University.”
“Identifikasi objek seperti yang menggambarkan Hatshepsut menyebabkan kegembiraan besar di antara para siswa. Bagaimanapun, itu hanya melalui melakukan sesi pemeliharaan hingga penemuan ini terungkap.”
“Sementara sebagian besar siswa tidak pernah mengunjungi Mesir sebelumnya, sesi perawatan membantu membawa Mesir kepada mereka.” (asr)
Sumber : swansea.ac.uk/BBC via The Epochtimes