Komisi Perdagangan Internasional Amerika Serikat (ITC) akan menyelidiki dugaan-dugaan praktik dumping kuarsa oleh Tiongkok dan mempertimbangkan apakah akan menerapkan bea masuk anti dumping pada impor-impor Tiongkok.
Cambria Company yang berbasis di Minnesota, produsen lapisan-lapisan mineral kuarsa, pertama kali memprakarsai petisi ke ITC pada 17 April, menurut pengumuman ITC, yang diterbitkan pada hari berikutnya.
Dalam siaran pers, Cambria menuduh bahwa produsen-produsen Tiongkok telah mendapat manfaat dari program-porgram subsidi pemerintah, yang membantu menjaga harga produk-produk mereka lebih rendah dan mengambil pangsa pasar dari perusahaan-oerusahaan Amerika secara tidak adil.
“Praktik perdagangan yang tidak adil tersebut telah berlangsung terlalu lama,” kata Marty Davis, Presiden dan CEO Cambria, dalam rilisnya.
Produk-produk lapisan kuarsa biasanya digunakan untuk membuat permukaan-permukaan datar dapur dan kamar mandi.
Penyelidikan-penyelidikan berikutnya, ITC akan mencapai penentuan awal tentang apakah akan memberlakukan tarif pada 1 Juni, menurut pengumuman tersebut.
Produk-produk yang dicakup oleh penyelidikan tersebut termasuk semua lempengan-lempengan, terlepas dari apakah mereka melekat pada bak-bak cuci, mangkuk-mangkuk wastafel, meja rias, lemari, dan perabotan lainnya, menurut Husch Blackwell, sebuah firma hukum bisnis yang mempublikasikan petisi-petisi anti dumping dan berita-berita terkait perdagangan lainnya. .
Husch Blackwell juga memperoleh salinan 301 produsen-produsen kuarsa Tiongkok yang dituduh oleh Cambria Company sebagai peserta dalam praktik-praktik dumping.
Pada 2017, Amerika Serikat adalah pasar ekspor terbesar Tiongkok untuk batu-batu sintetis buatan manusia, termasuk produk-produk kuarsa, menurut situs web produsen Tiongkok. Nilai ekspornya adalah $709 juta, lebih dari 60 persen dari total ekspor Tiongkok untuk batu-batu sintetis. (ran)
ErabaruNews