Joshua Philipp- The Epochtimes
Epochtimes.id- Arab Saudi bekerjasama dengan pemerintahan Trump untuk memerangi terorisme, (04/07/2018). Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman bertemu dengan Utusan Khusus AS untuk Koalisi Global Melawan ISIS.
Menurut kantor berita Saudi Asharq Al-Awsat, keduanya bertemu untuk membahas perkembangan terbaru di Timur Tengah, dan “mengerahkan upaya untuk mencapai keamanan dan stabilitas di kawasan ini.”
Turut menghadiri Pangeran Khalid bin Salman bin Abdulaziz, Duta Besar Saudi untuk Amerika Serikat; Khalid Al Humaidan, Kepala Intelijen Umum Saudi; dan Christopher Henzel, Pejabat dari Kedutaan Besar AS di Riyadh; dan pejabat lainnya.
Koalisi untuk mengalahkan ISIS dibentuk pada September 2014, dan mencakup 77 mitra.
Menurut situs koalisi, operasinya melampaui gebarakan militer di Irak dan Suriah untuk melawan organisasi teroris, dan termasuk operasi untuk membongkar sistem keuangan dan ekonomi kelompok, untuk mencegah aliran pejuang luar negeri.
Langkah ini termasuk memulihkan ketertiban ke daerah-daerah tidak stabil dikendalikan ISIS dan untuk melawan propaganda ISIS.
Setelah menjabat, Presiden Donald Trump telah membuat langkah signifikan dalam perang melawan ISIS. Kelompok teroris kehilangan kendali atas wilayah kendalinya dan kekuatan utama ISIS sebagian besar dihancurkan.
Trump turut bekerja untuk membangun hubungan yang lebih positif dengan Arab Saudi.
Trump telah menjadi sekutu dekat dengan Pangeran Mahkota Saudi Mohamed bin Salman, yang mengadakan pertemuan pertama dari Aliansi Kontraterorisme Militer Islam pada November 2017.
Fokus utama dalam perang melawan terorisme saat ini adalah rezim Iran, sponsor terorisme terbesar di dunia. Iran kini bertentangan dengan Amerika Serikat dan Arab Saudi.
Menteri Luar Negeri AS, Michael Pompeo dalam sebuah pernyataan 27 Juli mendukung aksi protes di Iran dengan mengatakan bahwa “Pemerintah Iran menghambur-hamburkan sumber daya warganya di Suriah, dukungannya untuk Hizbullah, Hamas, dan Houthi, atau ambisinya untuk ekspansi yang sia-sia. Program nuklirnya dan hanya akan menambah penderitaan rakyat Iran.” (asr)