oleh Wu Ying
Pada hari Selasa (10 Juli), atas instruksi dari Presiden Trump, Perwakilan Dagang AS (USTR) pengumuman daftar tarif impor baru untuk komoditas Tiongkok senilai USD. 200 miliar untuk mendapatkan saran dan komentar dari publik AS sebelum akhir bulan Agustus.
Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer dalam sebuah pernyataan pada 10 Juli menyebutkan, karena pihak Tiongkok tidak bermaksud untuk memperbaiki praktek-praktek perdagangan yang tidak adil bahkan melakukan pembalasan, maka presiden telah menginstruksikan pihaknya untuk menjalankan prosedur hukum guna rencana kenaikan 10 % tarif impor untuk komoditas asal Tiongkok yang nilainya mencapai USD. 200 miliar.
Robert Lighthizer juga menyertakan daftar rencana kenaikan tarif impor komoditas senilai USD.200 miliar yang dipublikasikan dengan harapan mendapatkan komentar publik sebagai masukan.
Selain itu, terlampir juga prosedur pelaksanaannya yang perlu diikuti sebagai berikut:
Mereka yang ingin menghadiri audiensi publik dan memberikan komentar tertulis harus mengajukan permohonan sebelum 27 Juli 2018.
Batas waktu mengirimkan komentar tertulis publik adalah 17 Agustus.
Pada 20 – 23 Agustus, Komite 301 mengadakan audiensi publik.
Pada 30 Agustus : Batas waktu untuk mengirimkan komentar tertulis setelah audiensi publik.
Laporan USTR setebal 205 halaman dengan 195 halamananya berisikan daftar barang yang tercantum dalam kode tarif delapan digit. Daftar tersebut mencakup hampir semua produk pertanian, kecuali tanaman, kopi, teh, dan ekstrak tumbuhan.
Dalam hal produk industri, semua komoditas yang terkait dengan program ‘Made in China 2025’ kena kenaikan tarif, termasuk televisi, kulkas dan lainnya. Tetapi barang-barang keperluan seperti telepon seluler tidak dimasukkan dalam daftar.
Atas instruksi Presiden Trump, USTR pada bulan Agustus tahun lalu melancarkan investigasi terhadap produk impor Tiongkok sesuai ‘Special 301 Report’.
Bulan Maret tahun ini, hasil investigasi menunjukkan bahwa Tiongkok terbukti melakukan pencurian kekayaan intelektual milik AS, termasuk melakukan pemaksaan terhadap perusahaan AS yang berinvestasi di Tiongkok untuk menyerahkan rahasia dagang bila ingin akses di pasar Tiongkok.
Pemerintah Tiongkok memaksa perusahaan AS untuk mengesahkan penyerahan teknologi mereka di daratan Tiongkok melalui perjanjian yang tidak masuk akal, menggunakan modal negara untuk membeli teknologi Amerika, serta cara langsung melakukan pencurian.
“Pada tahun lalu, administrasi Trump juga mendesak Tiongkok untuk menghentikan praktik perdagangan yang tidak adil, membuka pasar (perdagangan internasional) untuk kompetisi nyata” kata Robert Lighthizer dalam pernyataan.
“Kami telah dengan jelas menyatakan keprihatinan kami terhadap cara yang dilakukan oleh Tiongkok komunis dan mencatat secara rinci apasaja yang perlu mereka perbaiki. Namun, Tiongkok selain tidak mengubah perilakunya yang merugikan ekonomi AS, tetapi justru membalas dendam pada komoditas impor dari AS. Sebuah tindakan yang tidak berdasarkan pada pembenaran hukum”
Administrasi Trump memutuskan untuk mengenakan tarif 25% terhadap barang impor asal Tiongkok senilai USD. 34 miliar mulai 6 Juli untuk melawan praktik perdagangan tidak adil. Pada hari yang sama, pemerintah Tiongkok juga mengumumkan tarif yang sama terhadap barang impor dari AS dengan nilai setara sebagai upaya balas dendan.
Dalam beberapa minggu ke depan, administrasi Trump akan memberlakukan lagi kenaikan tarif impor bagi komoditas impor dari Tiongkok senilai USD. 16 miliar. Tiongkok pun sudah mengancam akan membalas dengan langkah serupa.
Pada 18 Juni lalu Trump mengatakan bahwa jika Tiongkok membalas terhadap kenaikan tarif karena pelanggaran 301 AS, maka AS akan menambah lagi 10% pajak terhadap komoditas Tiongkokyang nilainya mencapai USD. 200 miliar.
Baru-baru ini, Trump mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan kenaikan tarif impor akan dikembangkan hingga mencapai nilai USD. 500 miliar di masa mendatang. (Sin/asr)