oleh Xu Jian
Ketika perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok semakin berkembang, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menggelar pertemu di Jenewa pada Rabu (11/07/2018) untuk meninjau kebijakan perdagangan Tiongkok dan menilai apakah dan bagaimana Tiongkok mempertahankan aturan perdagangan multilateral.
Pada hari Rabu, Presiden Trump menerima pernyataan dukungan dari negara sekutu Barat atas kebijakan perdagangan yang ia terapkan kepada Tiongkok. Dalam pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia di Jenewa, perwakilan Amerika Serikat mengusulkan untuk melakukan perhitungan terhadap praktik perdagangan tidak adil Tiongkok.
Usulan tersebut langsung didukung oleh Uni Eropa dan Jepang. Tiongkok sekarang berada di bawah tekanan internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Amerika Serikat: “Melakukan perhitungan akhir dengan PKT tidak dapat ditunda lagi”
Organisasi Perdagangan Dunia sedang melakukan peninjauan rutin setiap dua tahunan terhadap kebijakan perdagangan Tiongkok, Ini adalah peninjauan yang ketujuh kalinya sejak Tiongkok bergabung dengan WTO.
Dennis Shea, Wakil Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat dan Kepala Misi Jenewa menuduh Tiongkok gagal menerapkan prinsip perdagangan bebas dan menyebabkan “kerugian serius” bagi mitra dagang dunia.
“Mengingat perdagangan internasional sangat terpengaruh oleh kebijakan perdagangan Tiongkok dan itu terus berkembang, serta metode pendekatan perdagangan dan investasi merkantilis yang dipimpin oleh negara dan PKT telah merugikan para mitra dagang, sehingga dipandang perlu untuk segera membersihkan perilaku tersebut,” kata Dennis.
Dennis Shea mengkritik pemerintah Tiongkok yang memanipulasi ekonomi Tiongkok dan menciptakan hambatan bagi pelaku bisnis di Tiongkok atau perusahaan asing yang bersaing. Beijing menggunakan berbagai cara untuk mendistorsi lingkungan yang kompetitif.
Dennis juga menunjukkan bahwa WTO memiliki keterbatasan, sistem penyelesaian sengketa WTO hanya berfokus pada kebijakan tertentu, dan tidak bisa berbuat banyak jika kebijakan dipimpin pemerintah. Jadi di bawah struktur WTO, butuh waktu lama untuk mengatasi masalah tersebut. “WTO hingga kini belum memberikan solusi untuk mengatasi situasi ini” kata Dennis Shea.
Uni Eropa, Jepang, Australia dan lainnya mengkritik PKT
Laporan Bloomberg menyebutkan bahwa ketika perwakilan AS menuduh PKT mencuri kekayaan intelektual dan melakukan perdagangan yang tidak adil, UE, Jepang dan negara lainnya menyatakan dukungan.
Dennis Shea mengatakan : “Tiongkok memandfaatkan keanggotaan WTO untuk menjadi salah satu pedagang terbesar di dunia”, “Ini merugikan kepentingan AS dan anggota WTO lainnya”
Duta Besar Uni Eropa untuk WTO, Marc Vanheukelen mengatakan : “Bisnis Uni Eropa terus menghadapi berbagai tindakan tidak adil dari Tiongkok, termasuk menghadapi perampasan hak kekayaan intelektual”
Ia juga menambahkan bahwa masalah hak kekayaan intelektual ini perlu ditekankan, “Karena dengan meningkatnya perhatian Beijing terhadap inovasi dan produksi teknologi tinggi, maka kaitan masalahnya semakin erat”
“Uni Eropa khawatir kalau langkah-langkah ini luas cakupannya, yang mungkin memiliki dampak diskriminatif terhadap perusahaan asing di Tiongkok” kata Marc Vanheukelen.
Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa juga menyatakan bahwa peraturan keamanan cyber Tiongkok mengandung unsur diskriminasi terhadap perusahaan asing.
“Transmisi data lintas batas merupakan kondisi penting untuk melakukan bisnis global. Jepang sangat khawatir tentang tanggung jawab pelokalan data dan penilaian keamanan di bawah peraturan keamanan cyber dari pemerintah Tiongkok, karena dapat menyebabkan hambatan pada aliran data yang bebas,” kata pihak Jepang.
Perwakilan Australia menyatakan bahwa pelanggaran hak kekayaan intelektual, terutama menyangkut produk palsu di Tiongkok sampai sekarang masih terus terjadi. (Sin/asr)