Kisah Korban Terbunuh Akibat Penembakan Brutal di Selandia Baru Karena Menyelamatkan Korban Lainnya

Epochtimes.id- Teman-teman dan keluarga korban mengungkapkan kesedihan mendalam dan hati mereka yang runtuh ketika dengan cemas menunggu kabar tentang orang-orang yang mereka cintai. Ini setelah mereka mendengar pemberitaan mengenai korban-korban akibat penembakan brutal di dua Masjid Selandia Baru, Jumat (15/3/2019).

Salah seorang kerabat korban, Omar Nabi mengatakan ayahnya Haji-Daoud Nabi (71) yang pindah ke Selandia Baru dari Afghanistan 30 tahun silam, termasuk di antara mereka yang terbunuh di Masjid Al-Nur di Christchurch, Selandia Baru.

Menurut Omar, ayahnya yang aktif di Asosiasi Afghanistan, terbunuh ketika dia mencoba menyelamatkan orang lain dari sasaran si penembak.

“Saya diberitahu oleh sahabat ayah saya, bahwa ayahnya melompat pada orang lain untuk menyelamatkan hidup mereka,” katanya kepada Media Selandia Baru, stuff.co.nz

“Dia melompat di garis tembak untuk menyelamatkan hidup orang lain dan dia telah meninggal dunia,” tambahnya.

Saudara Omar, Yama yang berada di luar pengadilan mengatakan bahwa ayahnya telah berada di Selandia Baru selama 30 tahun.

“Saya tidak pernah mengira itu akan terjadi di Selandia Baru, ini adalah negara yang damai,” katanya.

Terungkap juga bahwa Daoud sempat menyapa Brenton dengan kalimat ‘Hello Brother’. Namun sapaannya, tak meluluhkan si penembak.

Sejumlah kerabat dan teman korban masih terus mengungkapkan penantian cemas akan berita orang-orang terkasih.

Mohammed Alam mengatakan kepada 9News bahwa dia telah kehilangan lima teman yang berada di masjid, termasuk dua dokter dan seorang bidan.

“Kami kehilangan teman, mendapat kabar bahwa mereka meninggal dunia,” katanya.

Mr Alam mengatakan salah satu dari mereka termasuk wali setempat yang tidak hanya membantu komunitas Bangladesh tetapi juga Muslim lainnya di seluruh Christchurch, khususnya wanita.

Seorang pria lain mengungkapkan bagaimana dia menunggu untuk mendengar konfirmasi jika salah satu temannya berada dalam kondisi baik-baik saja.

“Sulit, tidak terduga hal semacam ini,” katanya.

Seorang Temannya mengatakan dia bahkan tidak bisa membiarkan keluarganya mengetahui apakah dia masih hidup atau sudah meninggal dunia.

Selamat jalan yang telah berpulang dan semoga tenang di alam sana. (asr)

Video Rekomendasi :

https://www.youtube.com/watch?v=t6qiIx2pH-o

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine