Li Mei dan Chen Haiyue
Militer Belarusia tiba-tiba menggelar latihan skala besar “serangan mendadak” di perbatasan Ukraina pada Rabu 4 Mei 2022 untuk menguji kesiapan tempur mereka.
Dunia luar curiga Belarusia siap mendukung invasi Rusia. Pada saat yang sama, Uni Eropa mengumumkan sanksi baru terhadap Rusia, termasuk proposal resmi penghentian total minyak dari Rusia.
Pada dini hari Rabu waktu setempat, angkatan bersenjata Belarusia melakukan latihan militer secara besar-besaran.
“Tujuan dari latihan ini untuk menguji kesiapan tempur saat ini,” kata kementerian pertahanan Belarus.
Irina Gorbacheva, juru bicara Kementerian Pertahanan Belarusia: “Tujuan dari latihan untuk menguji kesiapan tempur dan kemampuan untuk menanggapi kemungkinan situasi krisis.”
Dilaporkan, presiden Belarusia Alexander Lukashenko berbicara dengan timpalannya dari Rusia Vladimir Putin pada Selasa 3 mei, untuk membahas situasi perang antara Rusia dan Ukraina. Sementara itu, pasukan Rusia terus membombardir kota-kota di Ukraina.
Serangan terjadi pada Selasa (3/5) malam, setelah sirine serangan udara terdengar di seluruh negeri.
Wali Kota Lviv, Andriy Sadovyi mengatakan serangan itu merusak setidaknya tiga gardu listrik. Akibatnya, aliran listrik ke beberapa bagian kota terputus. Selain itu, saluran air di dekat perbatasan Polandia, yang merupakan jalur utama pasokan senjata ke Ukraina dari barat, juga rusak.
Sementara itu, menteri pertahanan Rusia mengatakan pada Rabu bahwa pasukan Rusia akan menghancurkan konvoi senjata Barat ke Ukraina.
Presiden Dewan Uni Eropa Charles Michel mengunjungi Moldova, tetangga selatan Ukraina, pada Rabu (3/5), menjanjikan lebih banyak bantuan militer.
“Tahun ini, kami berencana meningkatkan bantuan militer ke Moldova, dan menyediakan peralatan militer tambahan.” Kata Presiden Dewan Uni Eropa Charles Michel.
Moldova sedang berusaha untuk bergabung dengan Uni Eropa. Michel mengatakan UE juga akan membantu memerangi disinformasi dan mencegah serangan dari dunia maya.
Pada Rabu (3/5), Presiden Komisi Eropa von der Leyen mengusulkan embargo minyak Rusia sebagai bagian paket sanksi keenam atas Rusia, termasuk larangan impor minyak dari Rusia hingga akhir tahun ini.
“Kita akan mengusulkan larangan atas minyak Rusia. Ini akan menjadi larangan menyeluruh atas impor minyak Rusia, termasuk pengiriman minyak mentah dan minyak sulingan melalui jalur laut dan pipa,” ujar Presiden Komisi Eropa Von Der Leyen.
Von Der Leyen mengatakan, Uni Eropa akan menerapkan sanksi menghapus bank terbesar Rusia, Sberbank, dari jaringan pembayaran internasional, Society Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT), dan melarang siaran dari tiga lembaga penyiaran milik pemerintah Rusia sebagai bagian dari paket sanksi keenam atas invasi Moskow di Ukraina.
Ia mengatakan ketiga saluran TV itu “sebagai corong yang gencar menyuarakan kebohongan dan propaganda (Presiden Rusia Vladimir) Putin”.
Von der Leyen mengatakan paket sanksi keenam mencantumkan perwira senior militer Rusia dan individu yang melakukan kejahatan perang di Bucha, serta pejabat yang bertanggung jawab atas pengepungan tidak manusiawi di kota Mariupol, Ukraina. (jon)