The Epoch Times
Sekretaris Angkatan Udara AS Frank Kendall mengatakan Tiongkok (atau Tiongkok komunis) memiliki ambisi untuk menjadi kekuatan besar di dunia.
Ia mengatakan, mereka berambisi menjadi kekuatan global. Untuk mencapai tujuan ini, mereka pada dasarnya harus menggantikan posisi Amerika sebagai adidaya.
Kendall membuat pernyataan pada Senin 2 Mei, selama kuliah tentang prospek Angkatan Udara dan Luar Angkasa AS yang diselenggarakan Brookings Institution, sebuah think tank AS di Washington.
Dalam pernyataannya, Kendall mengklarifikasi bahwa meskipun Rusia saat ini menarik perhatian internasional, namun, Tiongkok tetap menjadi ancaman utama bagi Amerika Serikat di berbagai bidang.
“Saya lebih fokus pada Tiongkok daripada Rusia,” katanya.
Menurut Kendall, militer Tiongkok kini sedang berkembang pesat dan modernisasi dengan tujuan yang jelas untuk menyingkirkan Amerika Serikat dari Pasifik Barat, untuk mendapatkan hegemoni regional dan kemampuan untuk melakukan operasional dalam pengaruh global.
“Jelas, bahwa (Tiongkok) ingin merebut kemampuan kami memproyeksikan kekuatan di Pasifik Barat,” kata Kendall tentang perkembangan militer Tiongkok.
“Mereka tidak akan menunggu secara pasif untuk melihat apa yang akan kita lakukan.”
Kendall mengatakan Tiongkok sedang memusatkan sumber daya untuk mengembangkan
“kemampuan transformasional” dan pasukan roket baru PLA, yang akan memberinya kemampuan untuk menyingkirkan Amerika Serikat dari kawasan itu dan membuat AS tidak berdaya untuk ikut campur dalam rencana Tiongkok untuk menaklukkan Taiwan.
Selama ini, Tiongkok selalu mengklaim bahwa Taiwan adalah provinsi yang memisahkan diri dari Tiongkok.
Jadi, kata Kendall, Amerika harus percaya ketika pemimpin Tiongkok Xi Jinping mengatakan tidak mengesampingkan menggunakan kekuatan militer untuk menyatukan Taiwan.
“Selama Perang Dingin, saya membuat beberapa kesalahan dan tidak percaya apa yang dikatakan Soviet. Ternyata apa yang mereka katakan itu benar. Saya pikir demikian juga halnya dengan orang Tiongkok sekarang,” kata Kendall.
“Saya tidak berpikir mereka ingin memperluas wilayah mereka secara signifikan, tetapi mereka menginginkan pengaruh sebanyak mungkin sehingga mereka dapat menetapkan aturan ekonomi,” tambah Kendall.
Kendall juga menyinggung masalah ini pada sidang komite pelayanan militer negeri Amerika Serikat terkait Angkatan Udara dan Angkatan Luar Angkasa pada Selasa 3 Mei.
Dia mengatakan Tiongkok sedang melakukan penelitian tentang metode perang AS dan berinvestasi dalam sistem yang dapat merusaknya.
“Mereka sedang mempelajari cara kami berperang…dan merancang sistem untuk mengalahkan kami,” kata Kendall.
Dia menyebutkan, bahwa uji coba senjata hipersonik Tiongkok pada Juli tahun lalu, adalah senjata yang secara khusus diinvestasikan untuk menghindari pertahanan AS.
Sehubungan dengan ini, Kendall mengajukan pernyataan bersama Komandan Angkatan Luar Angkasa John Raymond dan Kepala Staf Angkatan Udara Charles Brown kepada kongres AS, yang menekankan bahwa strategi AS sebaiknya dipusatkan dalam memerangi Tiongkok.
“Tantangan terbesar bagi Angkatan Udara adalah program modernisasi militer jangka panjang Republik Rakyat Tiongkok (RRT), yang mengancam kemampuan Angkatan Udara untuk menjalankan misinya,” kata pernyataan itu.
“Selain mengembangkan kemampuan serangan luar angkasa, Tiongkok juga telah mengintegrasikan kemampuan luar angkasa ke dalam operasi militernya, menargetkan kekuatan laut, udara dan darat, memproyeksikan kekuatan melalui ruang angkasa. Pada 2021, Tiongkok melakukan uji coba rudal hipersonik, yang menimbulkan tantangan baru terhadap pencegahan strategis dan stabilitas.”
Kendall mengatakan, dia akan fokus pada pengembangan pertahanan sistem AS, karena militer AS sangat bergantung pada sejumlah kecil aset bernilai tinggi. Jadi, Angkatan Udara akan menggandakan anggaran dana penelitian dan pengembangannya, untuk menciptakan sistem ruang angkasa yang lebih tangguh dan meningkatkan kemampuan bertahan pasukan dalam persiapan untuk potensi konflik militer dengan Tiongkok. (jon)