Bos China Evergrande Ditangkap, Bagaimana Ia “Menyulap” Modal Miliaran Menjadi Pasiva 2 Triliunan ?

oleh Li Jing

Berita tentang Xu Jiayin, chairman China Evergrande Group dikenakan tindak paksaan dari pihak berwenang pada Kamis (28 September) telah menggugah perhatian masyarakat. Ada seorang netizen yang kembali memposting video pidato Cao Dewang, chairman Fuyao Glass Industry Group Co., Ltd. yang pernah secara terbuka mengungkap kisah mengenai Xu Jiayin saat memulai mengembangkan Evergrande. Hal ini kemudian memicu diskusi hangat di kalangan netizen Tiongkok.

Pada 28 September malam, China Evergrande Group mengeluarkan sebuah pengumuman di Bursa Efek Hongkong yang menyebutkan bahwa, perusahaan telah menerima pemberitahuan dari pihak berwenang Tiongkok terkait Xu Jiayin, chairman, direktur eksekutif perusahaan yang kini sedang menjalani tindak pemaksaan resmi karena dugaan melanggar hukum. Selain itu, perdagangan saham Evergrande di bursa saham juga telah dihentikan sementara.

Di hari yang sama, ada seorang netizen memposting ulang video pidato Cao Dewang sebelumnya yang mengomentari Xu Jiayin. Hal ini memicu perbincangan hangat di kalangan netizen. 

Video yang diposting itu adalah cuplikan pidato Cao Dewang pada Konferensi Tahunan Pengembangan Pengusaha Tiongkok ke-9 tahun 2021. Entah bagaimana, ia juga menceritakan bagaimana Xu Jiayin memperluas permodalan Evergrande.

“Bank komersial Tiongkok (malahan) bisa melepas dana pinjaman ke pengembang real estate. Misalnya, untuk mendapatkan pinjaman dari bank dengan menggadaikan sebidang tanah milik perusahaan yang terdaftar, lalu melalui back to back pinjaman, Xu Jiayin bisa mendapat dari bank pinjaman sebesar 2 triliunan hanya dengan modal perusahaan yang (RMB) 3,9 milian. Dua triliun, itu setara dengan 2% PDB Tiongkok tahun lalu,” ujar Cao Dewang.

Cao Dewang juga berkata : “Ini (cuma dana yang diobral ke) keluarga Xu, belum lagi keluarga Zhang, keluarga Li, keluarga Wang, keluarga Liu, dan keluarga sejumlah bajingan lainnya. Pelepasan dana yang amburadul oleh perbankan ini mencerminkan model keuangan PKT. (sindiran) Mungkin saja, ketika Tiongkok belajar dari Amerika Serikat, banyak hal yang tidak benar-benar dikuasai sehingga terjadi hal demikian.”

Mengenai pidato Cao Dewang, Frank Tian Xie, ​​​​seorang profesor di Aiken School of Business di Universitas South Carolina dalam tulisannya yang dipublikasikan The Epoch Times menyebutkan, mengapa pidato Cao Dewang begitu penting dan bermakna ? Karena ia telah menunjukkan kelemahan PKT. Mengapa PKT tidak berani menanggapinya ? Bahkan para antek PKT “50 Sen” pun memilih bungkam mulut”.

“Xu Jiayin adalah perwakilan dari keluarga besar para puncak elit PKT yang ‘tidak beres’. Sedangkan para elit puncak PKT yang menerima manfaat dan berorientasi pada keuntungan yang sebenarnya berada di belakang para Xu Jiayin. Itulah maksud ungkapan Cao Dewang”, kata Frank Tian Xie.

Berbagai sumber menunjukkan bahwa Xu Jiayin memiliki hubungan erat dengan faksi Jiang Zemin. Pada tahun 2007, Evergrande terdaftar di Bursa Hongkong. Dan para taipan Hong kong seperti Cheng Yu-tung, Joseph Lau Luen-hung, Cheung Chung-kiu dan lainnya yang memberikan dukungan dana kepada Xu Jiayin untuk menjalin hubungan luar biasa dengan keluarga Zeng Qinghong, mantan wakil ketua Partai Komunis Tiongkok. 

Yuan Hongbing, seorang cendekia hukum yang tinggal di Australia, sebelumnya pernah mengatakan kepada The Epoch Times : “Semua orang di kalangan pejabat Tiongkok tahu bahwa yang sering berkontak dengan Xu Jiayin adalah Zeng Qinghuai, adik laki-laki dari Zeng Qinghong, serta Zeng Wei, putra Zeng Qinghong. Sedangkan Zeng Qinghong sendiri tidak berani tampil langsung, jadi Zeng Qinghuai yang mewakili kepentingan Zeng Qinghong”.

Pada tahun 2009, Zeng Baobao, keponakan perempuan Zeng Qinghong mendaftarkan perusahaannya Fantasia Group di Bursa Hongkong, dan Xu Jiayin, Cheng Yu-tung, dan Joseph Lau Luen-hung semuanya ikut membeli sahamnya. Pada tahun 2015, Xu Jiayin meminjamkan rumahnya di Australia untuk acara pesta kepada Zeng Wei yang sudah menetap di Australia.

Selain itu, menurut “Panama Papers” yang dirilis oleh Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ) pada tahun 2016, menantu Jia Qinglin, Li Botan, juga memiliki hubungan kerja sama dengan Xu Jiayin, dan kedua pihak bekerja sama secara diam-diam melalui perusahaan pihak ketiga.

Wang Juntao, seorang aktivis demokrasi dan ketua Komite Nasional Partai Demokrat Tiongkok yang tinggal di Amerika Serikat pernah mengatakan kepada The Epoch Times, bahwa Xu Jiayin memulai karirnya di Guangdong, dan Zhang Dejiang yang merupakan anggota penting dari faksi Jiang Zemin dan mantan wakil perdana menteri Dewan Negara Tiongkok adalah orang yang mendukungnya di Guangdong pada saat itu. 

Terkait runtuhnya kerajaan China Evergrande, Yuan Hongbing juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat teori yang beredar luas di kalangan pejabat Beijing, bahwa alasan keruntuhan China Evergrande adalah karena Xi Jinping secara pribadi memerintahkan lembaga keuangan Tiongkok untuk menghentikan pengucuran dana pinjaman kepada Evergrande, yang target sebenarnya ditujukan kepada orang-orang berkuasa yang ada di belakangnya.

Menurut laporan keuangan, total kewajiban Evergrande Group telah mencapai 2,38 triliun yuan, di mana perusahaan dalam kondisi insolvensi. (sin)

FOKUS DUNIA

NEWS