Spesies ‘Hiu Hantu’ yang Mengerikan dengan Mata yang Menakutkan, Kepala Besar Ditemukan di Lepas Pantai Thailand

EtIndonesia. Spesies ‘hiu hantu’ baru yang menakutkan dengan mata bersinar yang mirip dengan film horor telah ditemukan di lepas pantai Thailand.

Para ilmuwan di Pusat Penelitian Hiu Pasifik (PSRC) menemukan Chimaera supapae yang sulit ditangkap, 500 m di bawah Laut Andaman, dan menerbitkan gambar pertama spesies yang belum pernah dilihat sebelumnya di Raffles Bulletin of Zoology.

Ikan bertulang rawan ini, salah satu anggota ordo kehidupan laut tertua yang masih hidup di Bumi, memiliki ciri kepala besar, sirip berbulu, dan mata berwarna-warni, yang tampak berubah warna bila dilihat dari berbagai sudut.

Sirip berbulu tersebut diyakini membantu makhluk itu “bermanuver di dasar berbatu yang tinggi” di sepanjang punggung laut dan lereng tempat ia ditemukan, menurut para peneliti.

Ikan yang tampak mengerikan ini berukuran panjang hampir 60 cm dan merupakan kerabat jauh hiu dan pari, terlihat dari ekornya yang panjang dan runcing.

Para peneliti menemukan hiu hantu, yang dikenal sebagai Chimaera, bersembunyi di perairan gelap dan memakan krustasea, moluska, dan cacing.

David Ebert, penulis utama studi dan direktur program PSRC di San Jose State University di California, mencatat bahwa hiu hantu jarang ditemukan di perairan Thailand.

“Sifat laut dalam membuat mereka sulit ditemukan, terutama di Laut Andaman, yang kedalamannya di beberapa wilayah melebihi 14.500 kaki,” katanya kepada Live Science.

“Secara evolusi, chimaera ini termasuk salah satu garis keturunan ikan tertua dengan garis keturunan yang berasal dari 300-400 juta tahun yang lalu,” tambahnya. “Penemuan spesies baru seperti chimaera ini memberi tahu kita betapa sedikitnya yang kita ketahui tentang lingkungan laut dan masih banyak yang harus dieksplorasi.”

Peneliti mencatat, sebelum penemuan timnya, hanya ada 53 spesies hiu hantu yang diketahui di dunia.

Sedikit yang diketahui tentang Chimaera karena habitatnya yang dalam dan gelap, namun penemuan mereka cenderung menjadi berita utama karena penampakannya yang mengerikan.

Nama Chimaera supapae baru diambil dari nama mendiang ilmuwan Thailand Supap Monkolprasit, yang mengabdikan hidupnya untuk mempelajari ikan bertulang rawan ini. (yn)

Sumber: nypost

FOKUS DUNIA

NEWS