Trump Memulai Perang Tarif, Perusahaan Ekspor Tiongkok Gelisah

Amerika Serikat Naikkan Batas Maksimum Simpanan 401(K): Mulai Menabung untuk Pensiun Sejak Muda

Pekan lalu, IRS (Internal Revenue Service) Amerika Serikat atau Dinas Pajak AS mengumumkan peraturan baru yang menaikkan jumlah maksimum simpanan ke akun pensiun 401(K) atau sejenisnya. Untuk warga yang mendekati masa pensiun, batas tahunan simpanan dinaikkan agar mereka dapat menabung lebih banyak sebelum pensiun. Apa dampaknya bagi warga Amerika Serikat?

Berdasarkan peraturan baru IRS, pada tahun 2025, jumlah maksimum simpanan individu ke dalam program pensiun 401(K) atau sejenisnya akan meningkat dari US$23.000 pada tahun 2024 menjadi US$23.500.

“Kenaikan ini mungkin terlihat kecil, tetapi dalam jangka panjang, dampaknya bisa sangat signifikan,” kata Sabino Vargas, penasihat keuangan senior di Vanguard. 

Pemerintah federal sudah mengizinkan warga Amerika berusia 50 tahun ke atas untuk menabung lebih banyak ke dalam program pensiun mereka setiap tahun. Pada tahun 2025, batas tambahan simpanan ini tetap di angka US$7.500. Namun demikian, untuk warga berusia 60-63 tahun, batas tambahan ini akan naik sebesar US$3.750 menjadi US$11.250. Dengan demikian, kelompok usia ini dapat menabung hingga US$34.750 per tahun di akun pensiun mereka.

Bagi generasi muda, bagaimana cara terbaik mengelola tabungan pensiun agar memiliki dana yang cukup di masa pensiun?

Para pakar keuangan menyarankan agar setiap tahun, 12%-15% dari pendapatan digunakan untuk tabungan pensiun. Sebagai contoh, jika pendapatan tahunan Anda US$50.000, idealnya Anda menyisihkan US$6.000-US$7.500 ke akun 401(K).

Kini, banyak perusahaan kini menyediakan program “matching” untuk tabungan pensiun karyawan mereka.

“Setorkan jumlah yang cukup agar perusahaan Anda dapat memberikan kontribusi tambahan, sehingga tidak ada uang yang terbuang,” ujar Sabino Vargas.

Keuntungan lain dari menabung sebanyak mungkin ke dalam program 401(K) adalah simpanan ini bersifat pra-pajak (tax-deferred), sehingga tidak dihitung sebagai pendapatan kena pajak. Ini dapat mengurangi jumlah pajak yang harus dibayarkan. Selain itu, manfaatkan juga akun tabungan kesehatan (Health Savings Account) yang ditawarkan oleh perusahaan Anda.

“Uang yang disetorkan adalah uang pra-pajak, sehingga simpanan dapat menunda pajak. Selama digunakan untuk biaya medis yang memenuhi syarat, penarikan juga bebas pajak,” ujarnya. 

Para pakar keuangan juga menyarankan: mulai menabung sejak muda, tabung sebanyak mungkin ketika mampu, dan tingkatkan tabungan pensiun seiring kenaikan pendapatan. Setelah pensiun, pengeluaran tahunan idealnya dibatasi di angka 75%-85% dari pendapatan Anda saat masih bekerja.

Belanja Mainan untuk Hadiah Natal: Perhatikan Keamanan Produk

Setelah membahas soal pensiun, kini beralih ke topik yang disukai anak-anak: mainan. Menjelang Natal, banyak orang tua mulai membeli hadiah untuk anak-anak mereka. Namun demikian, saat membeli mainan, terutama secara online, penting untuk mempertimbangkan faktor keamanan, mengingat kualitas produk di e-commerce sangat bervariasi.

Mainan adalah salah satu barang yang paling populer selama musim belanja liburan. Namun, dengan meningkatnya popularitas belanja online, muncul masalah baru: banyak mainan yang dijual online mungkin tidak memenuhi standar keamanan di AS, meskipun harganya menarik.

“Dalam satu-dua tahun terakhir, banyak situs e-commerce bermunculan, tetapi tidak semuanya merupakan perusahaan terpercaya,” kata Teresa Murray, Direktur Pengawasan Konsumen di Public Interest Research Group AS. 

Para ahli mengingatkan konsumen untuk berhati-hati terhadap mainan tanpa nama produsen atau pengirim barang dari luar negeri. Barang-barang ini kemungkinan besar tidak memenuhi standar keamanan AS.

“Saya juga suka berhemat, tetapi tidak dengan mengorbankan keselamatan keluarga,” ujar Teresa Murray.

Berbeda dengan pengecer besar yang memiliki toko fisik, beberapa situs e-commerce yang mengizinkan penjual pihak ketiga tidak bertanggung jawab atas mainan yang berpotensi berbahaya. Sementara itu, regulasi pemerintah terhadap pasar online belum mampu mengimbangi pertumbuhan pesat e-commerce.

“Saat ini belum ada aturan yang jelas tentang tanggung jawab pasar jika produk dari penjual pihak ketiga bermasalah. Ini harus diubah,” ujar Oriene Shin, Manajer Advokasi Keamanan dari Consumer Reports.

Dalam situasi ini, konsumen harus melakukan pemeriksaan sendiri untuk memastikan legalitas produk dan penjualnya.

“Ulasan negatif harus dianggap sebagai peringatan, terutama jika ada banyak ulasan buruk. Periksa juga situs pemerintah untuk melihat peringatan atau informasi tentang produk yang ditarik dari pasar,” kata Oriene Shin. 

Cara lain untuk memastikan keamanan adalah mencari produk yang sama di situs ritel besar lainnya. Jika produsen barang tidak memiliki situs resmi, itu biasanya merupakan tanda bahaya. (hui)

Sumber : NTDTV.com

FOKUS DUNIA

NEWS