Tidak Ada Siapa pun Dalam Radius 11 Kilometer, Tapi Selalu Mendengar Langkah Kaki Setiap Malam

EtIndonesia. Seorang pria yang sering melakukan perjalanan solo backpacking ke alam liar mengalami serangkaian kejadian aneh saat berkemah sendirian di sebuah hutan di New Mexico. Perjalanan dua minggu yang dia rencanakan untuk menikmati ketenangan alam berubah menjadi pengalaman yang penuh teror dan misteri, sesuatu yang tak akan pernah dia lupakan.

Perasaan Diawasi Sejak Hari Pertama

Perjalanan dimulai dengan pendaftaran di pos penjaga Hutan Philmont Scout Ranch. Sejak hari pertama, pria ini merasa ada sesuatu yang berbeda dari perjalanan-perjalanan sebelumnya—perasaan seperti sedang diikuti.

Saat malam tiba, dia berbaring sendirian di dalam tenda, tetapi dia tidak mendapatkan ketenangan yang diharapkan. Dia mendengar langkah kaki di sekitar perkemahan, seakan ada seseorang atau sesuatu yang mengamatinya dari kejauhan.

Keesokan paginya, dia langsung memeriksa area sekitar. Namun, yang mengejutkan, tidak ada jejak kaki sama sekali. Tidak ada tanda-tanda binatang liar, tidak ada bekas aktivitas manusia lain di tempat itu. Dia pun mencoba mengabaikan perasaan takutnya dan melanjutkan perjalanan.

Namun, malam kedua kembali membawa kengerian yang sama. Langkah kaki itu terdengar lagi, seperti ada sesuatu yang mendekatinya, lalu menjauh, tetapi tak pernah terlihat.

Kali ini, dia mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres. Dia pun memutuskan untuk mengubah rute perjalanan ke jalur yang lebih sulit, mendaki batu-batu terjal, melintasi sungai, dan menghapus jejaknya sebisa mungkin, agar tidak mudah dilacak jika memang ada yang mengikutinya.

Setelah berjalan cukup jauh, dia menunggu di sebuah tikungan tajam selama satu jam, hanya untuk melihat apakah ada sesuatu yang akan muncul. Namun, meskipun dia berusaha sekuat tenaga menghindari jejak yang bisa diikuti, ketakutan itu tetap ada di benaknya.

Malam itu, dia tidak bisa tidur dengan tenang, setiap 10 hingga 15 menit sekali dia terbangun dalam keadaan waspada.

Kembali ke Pos Penjaga Hutan dan Penemuan Mengerikan

Pada hari terakhir, pria itu akhirnya tiba kembali di pos penjaga hutan, tempat dia melaporkan kejadian-kejadian aneh yang dia alami. Dia memutuskan berkemah di dekat pos penjaga untuk berjaga-jaga, jika hal-hal aneh itu kembali terjadi.

Para penjaga hutan, yang merasa curiga dengan ceritanya, menawarkan tempat untuknya bermalam di dalam pos penjaga. Dia pun tidur di sofa dan akhirnya merasakan istirahat yang tenang untuk pertama kalinya sejak perjalanan dimulai.

Namun, keesokan paginya, ketika dia kembali ke tendanya, dia menemukan tenda tersebut telah dirusak!

  • Sisi tenda robek,
  • Sleeping bag-nya dicabik-cabik,
  • Backpack-nya dibongkar dan isinya berserakan.

Dia langsung memanggil penjaga hutan yang datang dan mengambil foto dokumentasi dari kejadian tersebut. Salah satu penjaga hutan kemudian membawanya ke markas utama untuk diamankan hingga dia bisa pulang ke rumah keesokan harinya.

Bukan Seekor Beruang, Tapi Sesuatu yang Lebih Menyeramkan?

Banyak orang berspekulasi bahwa kemungkinan seekor beruang telah mengikuti pria itu selama beberapa hari. Beruang memiliki indera penciuman yang sangat tajam, bahkan bisa mencium bau makanan dari jarak beberapa kilometer.

Namun, pria itu tidak yakin ini adalah ulah beruang, karena:

  • Selama beberapa hari di hutan, dia tidak pernah melihat satu pun tanda kehadiran beruang.
  • Tidak ada jejak kaki beruang, tidak ada kotoran beruang di jalur yang dia lalui.
  • Jarak yang ditempuhnya mencapai 50 km—terlalu jauh bagi seekor beruang untuk mengikutinya secara konstan tanpa meninggalkan jejak.

Menurutnya, beruang tidak akan menunjukkan perilaku seperti seorang pemburu ulung, mengikutinya secara diam-diam, dan menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.

Kisah-Kisah Serupa yang Berakhir Tragis

Saat mencari tahu lebih lanjut, pria ini menemukan beberapa kasus serupa yang dilaporkan sebelumnya.

Dua pendaki solo pernah mengalami kejadian misterius di hutan yang sama. Namun, nasib mereka jauh lebih tragis:

  1. Salah satu pendaki ditemukan tewas di dasar jurang, diduga terjatuh secara tidak wajar.
  2. Pendaki lainnya mengalami dehidrasi parah dan gangguan mental setelah minum air yang tidak bersih, kemudian meninggalkan kemahnya tanpa membawa perbekalan, hingga akhirnya ditemukan tewas di tengah hutan.

Yang lebih aneh lagi, tenda milik kedua korban ditemukan dalam keadaan rusak dengan pola sobekan yang menyerupai bekas pisau. Isi Backpack mereka juga kosong.

Tidak Ada Orang Lain dalam Radius 11 Kilometer

Setiap pendaki yang memasuki area hutan ini harus mendaftarkan rencana perjalanan mereka di markas utama, agar penjaga hutan dapat melacak posisi mereka jika terjadi sesuatu.

Setelah melihat kembali catatan perjalanan, penjaga hutan menemukan fakta yang mengerikan:

  • Pria ini adalah satu-satunya pendaki dalam radius 11 km dari lokasi tersebut.
  • Orang terakhir yang berada di area itu telah pergi ke stasiun lain yang berjarak 16 km jauhnya sebelum pria ini tiba.

Artinya, tidak ada orang lain yang seharusnya berada di sana.

Jika benar ada seseorang yang mengikutinya, maka siapa mereka?
Jika bukan manusia, lalu makhluk apa yang bisa melacaknya dengan begitu terampil, membuntutinya tanpa jejak, dan merusak tendanya saat ia pergi?

Sebuah Misteri yang Tak Terjawab

Pria itu, yang sebelumnya sangat percaya diri dengan kemampuannya bertahan hidup di alam liar, kini merasakan ketakutan yang belum pernah dia alami sebelumnya.

Meskipun banyak teori yang mencoba menjelaskan apa yang terjadi—mulai dari beruang, penjahat hutan, hingga fenomena supranatural—tidak ada jawaban yang pasti.

Hanya satu hal yang dia tahu:

  • Ada sesuatu di dalam hutan yang mengamatinya. 
  • Dan apa pun itu, dia tidak sendirian di sana. (jhn/yn)

FOKUS DUNIA

NEWS