Andreas Riyadi: Dari Room Attendant Hingga General Manager Mercure Jayapura

Andreas Riyadi, General Manager (GM) Mercure Jayapura, adalah sosok yang telah membuktikan bahwa kerja keras, kesabaran, dan ketekunan dapat membawa seseorang dari posisi paling awal hingga puncak karier. Lahir di Kediri pada tahun 1968, Andreas memulai kariernya di industri perhotelan sebagai Room Attendant pada tahun 1993. Kini, setelah lebih dari tiga dekade berkecimpung di dunia hospitality, ia memimpin salah satu hotel ternama di Jayapura, Papua, dengan penuh dedikasi dan integritas.

Awal Karier: Dari Room Attendant Hingga Puncak

Andreas memulai perjalanan kariernya di industri perhotelan dengan posisi yang sederhana, yaitu Room Attendant. Meski terlihat sebagai langkah awal yang kecil, ia menganggapnya sebagai fondasi penting untuk memahami seluk-beluk operasional hotel. “Awal berkarir di perhotelan itu dinamis. Kita ditempa dengan kesabaran dan kreativitas. Kesabaran karena kita berhadapan dengan tim dan tamu dari berbagai kota, budaya, bahkan negara,” ujarnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan di bidang Pariwisata dan Manajemen Hotel di Universitas Merdeka Malang pada tahun 1993, Andreas terus mengasah kemampuannya dengan mengambil berbagai pelatihan dan kursus, termasuk HACCP Training, Presentation Skills, dan Keys to Success. Pengalaman dan pengetahuan yang ia kumpulkan membawanya ke posisi-posisi strategis di berbagai hotel ternama di Indonesia.

Sebelum menjabat sebagai GM Mercure Jayapura, Andreas telah memimpin beberapa hotel besar, termasuk Mercure Surabaya Grand Mirama. Di setiap posisinya, ia berhasil meningkatkan kinerja hotel, baik dari segi pendapatan maupun kepuasan tamu. Misalnya, selama memimpin Mercure Surabaya Grand Mirama, ia berhasil mencapai tingkat kepuasan tamu (Guest Satisfaction RPS) sebesar 93,74% pada Oktober 2023.

Bertahan di Industri Perhotelan: Dinamika dan Tantangan

Ketika ditanya mengapa ia bertahan di industri perhotelan selama lebih dari 30 tahun, Andreas menjawab dengan tegas: “Industri ini selalu menawarkan tantangan baru setiap hari. Tidak ada hari yang sama, dan itu membuat saya terus bersemangat.” Baginya, perhotelan bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga passion yang memungkinkannya untuk terus belajar dan berkembang.

Namun, perjalanan kariernya tidak selalu mulus. Andreas mengakui bahwa salah satu kendala terbesar yang dihadapinya adalah kebijakan pemerintah yang berdampak pada penurunan bisnis pariwisata dan perhotelan. “Cara mengatasinya adalah tetap fokus mencari peluang bisnis yang ada dengan mengedepankan kreativitas dan networking,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan tim dan mitra bisnis untuk menghadapi tantangan tersebut.

Moto dan Penyemangat dalam Bekerja

Andreas memiliki moto sederhana namun penuh makna dalam menjalani kariernya: “Selalu mencintai pekerjaan yang digeluti, tekun, dan jujur.” Menurutnya, kecintaan terhadap pekerjaan adalah kunci untuk tetap bersemangat dan memberikan yang terbaik. Selain itu, dukungan dari keluarga dan soliditas tim juga menjadi penyemangat utama baginya. “Keluarga selalu mendukung saya dalam bekerja, dan tim yang solid membuat saya merasa tidak sendirian dalam menghadapi tantangan,” ungkapnya.

Tips Menjadi Pemimpin yang Efektif

Sebagai seorang pemimpin, Andreas memiliki prinsip yang ia pegang teguh: “Be honest, be yourself.” Ia percaya bahwa kejujuran dan integritas adalah fondasi utama dalam memimpin tim. “Sebagai pemimpin, kita harus menjadi contoh bagi tim. Jangan pernah meminta tim melakukan sesuatu yang kita sendiri tidak mau melakukannya,” tegasnya.

Selain itu, Andreas juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dan transparan dengan tim. “Sebagai pemimpin, kita harus mendengarkan masukan dari tim dan memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang. Tim yang bahagia dan termotivasi akan memberikan hasil yang terbaik,” tambahnya.

Pesan untuk Generasi Muda

Andreas memiliki pesan yang sederhana namun mendalam untuk generasi muda yang ingin berkarier di industri perhotelan atau bidang lainnya: “Tetap bersyukur, berdoa, bekerja, dan berusaha dengan tim yang ada. Selalu mengandalkan Tuhan Yang Maha Esa.” Ia juga menekankan pentingnya menetapkan target dan terus belajar. “Saat saya mulai dari posisi paling awal, saya sudah menerapkan target sendiri, mulai dari target harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan. Meski saat itu belum ada guidance dari digital, saya selalu belajar terus. Jangan ambisi membabi buta, hasil tak akan baik. Dengan jujur dan selalu berusaha, Tuhan pasti membantu,” ujarnya.

Kunci Sukses Menjadi General Manager

Menurut Andreas, kunci suksesnya dalam mencapai posisi General Manager adalah konsistensi dan kerja keras. “Saya selalu menetapkan target dan berusaha mencapainya dengan tekun. Selain itu, saya juga selalu belajar dari setiap pengalaman, baik sukses maupun gagal,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan tim dan mitra bisnis, serta selalu mengedepankan integritas dalam setiap keputusan yang diambil.

Masa Depan dan Harapan

Sebagai seorang profesional yang telah mencapai puncak karier, Andreas tidak berhenti bermimpi. Ia berharap dapat terus berkontribusi dalam mengembangkan industri perhotelan di Indonesia, khususnya di wilayah timur seperti Papua. “Saya ingin melihat industri perhotelan di Papua semakin maju dan dikenal dunia. Ini adalah tantangan sekaligus peluang besar bagi kita semua,” ujarnya.

Dengan pengalaman, dedikasi, dan semangat yang tak pernah padam, Andreas Riyadi adalah bukti nyata bahwa kerja keras dan integritas dapat membawa seseorang meraih kesuksesan. Ia tidak hanya menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya di industri perhotelan, tetapi juga bagi generasi muda yang ingin mengejar mimpi mereka.

FOKUS DUNIA

NEWS