Penangkapan Wali Kota Istanbul oleh Pemerintahan Erdogan Memicu  Aksi Protes Besar-besaran

EtIndonesia. Wali Kota Istanbul dari Partai Rakyat Republik (CHP), Ekrem Imamoglu, ditangkap pada Rabu (19 Maret) atas tuduhan korupsi dan membantu organisasi teroris. Penangkapannya memicu aksi protes besar-besaran oleh mahasiswa Universitas Istanbul, yang berujung bentrokan dengan polisi.

Rekaman media menunjukkan para mahasiswa menggelar demonstrasi di dalam kampus, mengecam penangkapan Imamoglu dan menyebutnya sebagai tindakan bermotif politik.

Imamoglu selama ini dianggap sebagai salah satu penantang utama Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang telah berkuasa selama lebih dari 20 tahun. Partai oposisi utama menuduh penangkapan ini sebagai “upaya kudeta terhadap calon presiden masa depan kami.”

Imamoglu saat ini menghadapi dua penyelidikan terpisah dengan tuduhan memimpin organisasi kriminal, suap, serta manipulasi tender proyek pemerintah.

Menurut pernyataan Kejaksaan Istanbul, dalam penyelidikan pertama, sebanyak 100 orang, termasuk jurnalis dan pengusaha, diduga terlibat dalam skandal korupsi terkait proyek tender kota.

Penyelidikan kedua menuduh Imamoglu dan enam orang lainnya membantu Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh pemerintah Turki dan sekutu Barat.

Penangkapan ini terjadi hanya sehari setelah Universitas Istanbul membatalkan gelar sarjana Imamoglu, yang dapat menghalanginya mencalonkan diri dalam pemilu presiden. Jika ia kehilangan gelarnya, Imamoglu tidak akan bisa mengikuti pemilihan presiden yang dijadwalkan pada 2028.

Namun, jika Erdogan berencana mencalonkan diri kembali, kemungkinan besar pemilu akan dipercepat.

Dalam sebuah video yang diunggah ke platform X, Imamoglu menegaskan bahwa dirinya tidak akan menyerah dan akan terus berjuang meskipun mendapat tekanan politik. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

FOKUS DUNIA

NEWS