EtIndonesia. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) baru saja mengumumkan hadiah hingga US$. 15 juta bagi siapa saja yang memberikan informasi mengenai empat warga negara Tiongkok yang diduga membantu Iran memperoleh teknologi militer dan sipil AS secara ilegal. Teknologi ini digunakan untuk mendukung aktivitas terorisme global yang didanai Iran. Berikut laporan dari jurnalis NTD Jia Yin.
Keempat warga Tiongkok yang masuk dalam daftar buronan AS adalah Liu Baoxia, Zhong Yanlai, Li Yongxin, dan Rong Yaohua . Mereka diduga terlibat dalam pembelian ilegal teknologi “yang dikendalikan oleh regulasi ekspor AS” untuk mendukung produksi dan penjualan senjata bagi Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Menurut data yang tersedia, sejak Mei 2007, Liu dan rekan-rekannya telah mengangkut ribuan komponen elektronik militer dan sipil buatan AS ke perusahaan fiktif di Tiongkok, kemudian menyelundupkannya ke Iran.
Komponen ini dapat digunakan untuk membuat drone, sistem rudal balistik, dan senjata militer lainnya.
Iran berhasil mendapatkan komponen ini dengan menghindari sanksi dan regulasi perdagangan AS. Senjata yang diproduksi kemudian dijual ke Rusia, Sudan, dan Yaman, menghasilkan serta mengalihkan jutaan dolar.
Keempat tersangka telah didakwa oleh Departemen Kehakiman AS atas berbagai pelanggaran hukum federal sejak Januari tahun lalu. Untuk mempercepat penangkapan, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan pada Rabu, 19 Maret, hadiah hingga US$.15 juta bagi siapa pun yang bisa memberikan informasi mengenai mereka. Langkah ini merupakan bagian dari upaya AS untuk memberantas jaringan terorisme Iran.
Dalam surat perintah penangkapan Liu dan Zhong, disebutkan bahwa keduanya berasal dari Shandong, Tiongkok, fasih dalam bahasa Mandarin, Kanton, dan Persia, serta kemungkinan bersembunyi di Tiongkok atau Iran.
Otoritas penegak hukum AS mengimbau siapa pun yang memiliki informasi untuk segera melaporkan ke kantor FBI, kedutaan besar AS, atau melalui saluran pengaduan online. Identitas pelapor akan dilindungi. (Hui)
Sumber ; NTDTV.com