Eksklusif: Pengusaha Terkenal Ungkap Skandal Industri Pertambangan di Tiongkok

EtIndonesia. Tiongkok adalah salah satu negara tambang terbesar di dunia. Namun, kasus seperti “Skandal Hak Tambang Triliunan Yuan” yang terungkap dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya masalah korupsi serius dalam persetujuan hak pertambangan oleh pemerintah PKT. 

Baru-baru ini, seorang pengusaha yang pernah berinvestasi di sektor pertambangan di Tiongkok mengungkap skandal di balik industri ini secara eksklusif kepada Epoch Media group. 

“Di Tiongkok, hampir semua industri memiliki skandal. Saat ini, terdapat lebih dari 100 jenis sumber daya mineral di Tiongkok. Awalnya, tambang besar hanya dikelola oleh perusahaan milik negara, sedangkan pertambangan swasta hanya diperbolehkan di lokasi dengan cadangan di bawah 10 juta ton. Namun, sejak Xi Jinping berkuasa, ia mulai menekan perusahaan swasta. Pemerintah berusaha mengambil alih tambang swasta dengan berbagai alasan dan kini hampir semua tambang telah dimonopoli oleh negara,” kata pengusaha terkenal dari Hubei, Xiao Yunjun. 

Saat ini, Xiao Yunjun tinggal di Amerika Serikat. Pada tahun 2005, ia pernah membuka tambang besi dan emas di Hubei dan Hunan. Selama masa itu, ia mengungkap banyak praktik kotor di industri pertambangan Tiongkok.

Xiao Yunjun mengungkap bahwa pemerintah sering memalsukan data cadangan tambang untuk menipu bank.

 “Mereka memalsukan laporan cadangan tambang untuk mendapatkan pinjaman dari bank. Misalnya, jika cadangan sebenarnya hanya 100.000 ton, mereka bisa membuat laporan palsu yang menyebutkan bahwa cadangan mencapai jutaan ton. Nilai sebenarnya yang hanya ratusan juta yuan bisa dibuat seolah-olah bernilai puluhan miliar yuan. Dengan cara ini, mereka dapat memperoleh dana dari bank,” ujarnya. 

Sistem persetujuan hak tambang di Tiongkok telah lama dipenuhi dengan korupsi. Xiao Yunjun menceritakan pengalaman pribadinya dalam sebuah transaksi hak tambang yang penuh dengan kecurangan:

 “Di daerah saya, ada pelelangan hak tambang batu bara dengan harga awal 60.000 yuan. Pemerintah telah bersepakat dengan sebuah perusahaan lokal untuk memenangkan lelang dengan harga tersebut. Saya secara tidak sengaja ikut dalam lelang dan terus menaikkan harga hingga 10 juta yuan. Pada saat itu, kepala departemen sumber daya pertambangan datang kepada saya dan meminta saya berhenti menawar, karena mereka sudah mengatur pemenangnya sebelumnya,” katanya. 

Para pengusaha swasta yang mengoperasikan tambang sering kali menjadi target pejabat lokal yang ingin mengambil keuntungan. Xiao Yunjun mengungkap bagaimana para pejabat menggunakan berbagai cara untuk merebut tambang:

 “Jika seorang pejabat ingin menguasai tambang, mereka punya banyak cara. Salah satunya adalah menggunakan alasan keamanan, melalui inspeksi dari dinas keselamatan kerja. Jika dianggap tidak memenuhi standar, tambang bisa ditutup. Selain itu, tambang dengan nilai tinggi bisa dilelang dengan harga rendah kepada pihak yang mereka kehendaki. Pejabat juga bisa meminta bagian saham di tambang untuk mendapatkan keuntungan pribadi,” katanya. 

Xiao Yunjun juga mengungkap bagaimana seorang pejabat lokal di Hunan menggunakan hubungan kekuasaannya untuk merebut tambang secara paksa. 


“Saya pernah memiliki tambang emas di Hunan yang saya sewakan kepada seseorang. Setelah saya pergi, orang itu tidak membayar sewa dan malah menguasai tambang saya. Alasannya? Kakaknya adalah pejabat tinggi di Komisi Disiplin Partai Komunis. “

“Mitra bisnis saya melaporkan kasus ini lebih dari sepuluh kali. Bahkan kepala kepolisian setempat awalnya berjanji akan menangkap pelaku. Namun, setiap kali polisi datang, kakaknya cukup menelepon dan mereka langsung pergi tanpa mengambil tindakan. Tidak ada seorang pun yang berani menegakkan keadilan bagi kami,” ujarnya, 

Tiongkok adalah pemimpin dunia dalam sektor pertambangan, terutama dalam produksi tanah jarang dan batu bara. Namun, pertambangan ilegal telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang parah.

Xiao Yunjun menjelaskan contoh konkret bagaimana pencemaran terjadi:  “Saat mengolah emas, mereka menggunakan metode perendaman dengan kalium sianida, zat yang sangat beracun. Limbah cair yang dihasilkan mengalir ke lingkungan sekitar, menyebabkan tanah menjadi tandus. Bahkan rumput pun tidak bisa tumbuh di area pertanian di bawahnya. Bayangkan betapa besar dampak pencemaran ini terhadap lingkungan!”

Praktik ilegal dalam industri tambang di bawah pemerintahan Tiongkok telah menyebabkan kehancuran lingkungan yang serius, bahkan menarik perhatian negara-negara Barat.

Xiao Yunjun menambahkan:  “Namun, pemerintah Tiongkok sangat pandai dalam menipu. Saat organisasi internasional datang untuk inspeksi, mereka hanya diperlihatkan daerah yang tampak hijau dan terawat dengan baik, seperti lahan tambang milik perusahaan negara. Sementara itu, lokasi yang sebenarnya tercemar dan penuh limbah tidak akan pernah diperlihatkan kepada mereka.” (Hui)

FOKUS DUNIA

NEWS