Jika hewan peliharaan Anda terus-menerus menjilat berbagai permukaan secara berlebihan, pertimbangkan untuk membawanya ke dokter hewan
Lee Pickett
Tanya : Sheba, anjing betina campuran berusia 7 tahun yang telah disterilkan, terus-menerus menjilat lantai selama sebulan terakhir. Apa yang sebenarnya terjadi?
Jawab : Penelitian pada anjing menunjukkan bahwa masalah pada lambung dan usus dapat memicu Excessive Licking of Surfaces (ELS), atau kebiasaan menjilat permukaan secara berlebihan, termasuk lantai, karpet, dinding, pintu, dan furnitur.
Dalam sebuah studi, para peneliti mengevaluasi 19 ekor anjing dengan ELS dan 10 ekor anjing sehat. Mereka melakukan tes darah, pemeriksaan neurologis, pemeriksaan mulut di bawah anestesi, USG perut, endoskopi, serta biopsi lambung dan usus.
Hasilnya, 14 dari 19 ekor anjing dengan ELS (74 persen) didiagnosis memiliki penyakit pencernaan tertentu, sedangkan hanya 3 dari 10 ekor anjing sehat (30 persen) yang mengalami kondisi serupa. Setelah penyakit pencernaan diobati, kebiasaan ELS hilang sepenuhnya pada 9 ekor anjing dan berkurang secara signifikan pada 1 ekor anjing lainnya.
Saya sarankan Anda membuat janji dengan dokter hewan Sheba dan membawa sampel feses segar untuk diperiksa. Jika dokter hewan tidak menemukan gangguan pencernaan, Sheba mungkin mengalami kekurangan nutrisi, gangguan perilaku obsesif akibat kecemasan, atau masalah lainnya. Dokter hewan dapat membantu menangani kondisi tersebut.
Tanya : Saya memiliki dua kucing peliharaan, Belle (betina, 3 tahun) dan Beast (jantan, 17 tahun), keduanya sudah dikebiri. Namun, tampaknya Belle masih mengalami birahi, dan saat itu terjadi, ia membiarkan Beast menaikinya. Mengapa hal ini terjadi?
Jawab : Karena berbagai alasan perilaku, kucing jantan yang tsudah dikebiri terkadang tetap mencoba menaiki kucing betina yang sudah disterilkan. Namun, jika Belle membiarkannya, mungkin ia memang sedang mengalami birahi, seperti yang Anda duga.
Saat dalam masa birahi, kucing betina biasanya menunjukkan perilaku khas seperti menundukkan kaki depannya, mengangkat pinggul, dan memiringkan ekornya ke samping untuk memudahkan pejantan menaikinya. Ia juga bisa mulai menggosokkan tubuhnya ke Anda atau ke Beast, berguling di lantai, menggerakkan kaki belakangnya, mengeong untuk memanggil Beast atau kucing jantan lain di luar rumah, menyemprotkan urin, serta mengalami pembengkakan pada vulva.
Siklus birahi kucing betina biasanya dimulai ketika durasi siang hari bertambah sejak Januari dan berlanjut hingga musim panas saat siang mulai lebih pendek. Jadi, perubahan musim juga bisa menjadi petunjuk apakah Belle memang sedang mengalami birahi.
Dua penyebab paling umum dari perilaku birahi pada kucing betina yang telah disterilkan adalah paparan estrogen dari sumber eksternal dan kondisi yang disebut ovarian remnant syndrome (sindrom sisa ovarium).
Jika Anda menggunakan krim atau semprotan hormon estrogen pada kulit, zat ini bisa berpindah ke bulu Belle saat Anda membelainya atau menggendongnya. Ia juga bisa menelannya saat menjilat kulit Anda. Jika Anda tidak menggunakan produk hormon topikal, tanyakan kepada anggota keluarga atau tamu yang sering datang ke rumah apakah mereka menggunakannya.
Krim dan semprotan hormon juga bisa menempel pada pakaian dan sprei, lalu berpindah ke Belle. Setelah estrogen melekat pada bulunya, hormon ini bisa tertelan saat ia merawat dirinya sendiri atau diserap melalui kulitnya, yang cukup untuk memicu perilaku birahi.
Penyebab lain dari perilaku birahi yang terus berlanjut setelah operasi sterilisasi adalah ovarian remnant syndrome. Jika ada sisa kecil jaringan ovarium yang tertinggal di dalam perut setelah operasi, jaringan tersebut masih dapat menghasilkan hormon reproduksi dalam jumlah cukup untuk memicu perilaku birahi.
Sindrom ini bisa terjadi pada kucing yang memiliki jaringan ovarium ektopik (jaringan ovarium di luar ovarium yang tidak terlihat oleh dokter bedah). Hal ini juga bisa terjadi jika sebagian jaringan ovarium tidak sepenuhnya diangkat saat operasi, atau jika sel-sel ovarium terlepas selama prosedur dan kemudian menempel di dalam perut.
Jika Anda tidak menemukan adanya paparan estrogen dari luar, konsultasikan dengan dokter hewan untuk memeriksa apakah Belle memiliki sisa jaringan ovarium. Jika iya, operasi kedua dapat dilakukan untuk mengangkatnya—dan mengembalikan ketenangan di rumah Anda.
Pembaca yang Terhormat:
Kami ingin mendengar pendapat Anda. Topik apa yang ingin Anda baca? Silakan kirimkan masukan dan tips Anda ke features@epochtimes.nyc.