Peringatan Perang Nuklir: Sepertiga Bumi Akan Terbakar

EtIndonesia. Jonathan Cahn (Transliterasi-red), seorang tokoh berusia 63 tahun yang dikenal sering mengaitkan ayat-ayat kitab suci dengan situasi dunia saat ini, kembali mengeluarkan peringatan yang menggemparkan. Dalam sebuah acara publik, dia menyampaikan bahwa dunia saat ini mungkin jauh lebih dekat dengan penggenapan nubuat akhir zaman daripada yang disadari banyak orang.

Ancaman yang Nyata dari Perang Nuklir

Walaupun hingga saat ini dunia belum benar-benar terlibat dalam perang nuklir, sejumlah konflik besar telah terjadi—seperti invasi Rusia ke Ukraina, serta berbagai ketegangan dan bentrokan di Timur Tengah. Namun, Jonathan mengingatkan masyarakat akan kenyataan yang kerap diabaikan, yaitu bahwa banyak negara saat ini telah memiliki senjata nuklir.

Negara-negara besar yang disebut dalam Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) seperti Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Inggris, dan Prancis telah lama diketahui memiliki senjata ini. Selain itu, India, Pakistan, Korea Utara, dan secara tidak resmi Israel, juga termasuk negara-negara yang diyakini memiliki senjata nuklir.

Dengan begitu banyak kekuatan destruktif di tangan negara-negara tersebut, Jonathan mengingatkan akan potensi terjadinya bencana global yang tidak kalah mengerikan dari yang digambarkan dalam Kitab Wahyu, di mana disebutkan bahwa sepertiga bumi akan terbakar oleh api. Menurutnya, skenario tersebut sangat cocok dengan akibat dari serangan nuklir berskala besar, terutama jika konflik antarnegara semakin memburuk dan penggunaan senjata pemusnah massal menjadi opsi nyata.

Nubuat dalam Bencana Chernobyl

Salah satu nubuat paling menggetarkan yang disebutkan Jonathan adalah bencana nuklir Chernobyl yang terjadi pada 26 April 1986. Dia menyampaikan bahwa dalam bahasa Rusia, kata “Chernobyl” berarti “Wormwood” (atau “Bitter Herb / Apsintus”), sebuah istilah yang disebutkan dalam Kitab Wahyu pasal 8, yang menggambarkan sebuah bintang jatuh dari langit dan meracuni air di bumi.

Jonathan menjelaskan bahwa di pusat Kota Chernobyl kini berdiri sebuah monumen “Wormwood Star”, yang memperlihatkan seorang malaikat meniup sangkakala, mirip dengan narasi simbolik dalam Alkitab. Dia menilai kesamaan ini begitu mencolok, sehingga tampak sebagai tanda atau peringatan ilahi atas bencana nuklir yang benar-benar terjadi di lokasi itu.

Menurutnya, lokasi bernama Wormwood itu menyimpan banyak unsur simbolis: racun, radiasi, serta penggunaan energi nuklir—semuanya mengarah pada tanda-tanda kehancuran yang disebut dalam nubuat kuno. Meski demikian, dia menambahkan bahwa di tengah kegelapan yang semakin pekat, cahaya Tuhan akan tetap hadir dan menjadi harapan bagi dunia yang di ambang kehancuran.

Nubuat dari Australia: Dunia Akan Terbakar dan Mencair

Tak hanya Jonathan Cahn, Uskup Mar Mari Emmanuel dari Sydney, Australia, juga menyuarakan peringatan serupa. Dalam pidatonya secara daring tahun lalu, dia memperkirakan bahwa Perang Dunia Ketiga akan membawa kehancuran global besar-besaran, yang akan menghilangkan sepertiga populasi manusia dan membuat bumi mencair.

Mar Mari menegaskan bahwa senjata nuklir bukan sekadar pajangan, melainkan senjata nyata yang suatu saat akan digunakan. Ia menyebut momen itu sebagai saat tergelap dalam sejarah umat manusia.

Pernyataannya tersebut langsung menggemparkan publik internasional. Baik dia maupun Jonathan sama-sama menekankan bahwa jika hati nurani manusia terus tertutupi oleh keserakahan, amarah, dan hawa nafsu, maka perdamaian dunia yang rapuh akan hancur, dan sejarah kelam umat manusia akan kembali terulang—dengan harga yang lebih mahal dan penderitaan yang jauh lebih luas.(jhn/yn)

FOKUS DUNIA

NEWS