EtIdndonesia. Terkait pertanyaan apakah Adolf Hitler benar-benar bunuh diri di akhir Perang Dunia II kembali mencuat setelah Presiden Argentina, Javier Milei membuka sejumlah dokumen rahasia yang berkaitan dengan Nazi. Salah satu temuan paling mengejutkan adalah klaim bahwa Hitler sebenarnya melarikan diri ke Argentina dan hidup selama 20 tahun setelah perang, bahkan memiliki dua orang anak perempuan.
Presiden Argentina Dideklasifikasi Dokumen Mengejutkan
Pada 31 Maret, sejumlah akun media sosial di platform X (sebelumnya Twitter) mengabarkan bahwa Presiden Javier Milei telah membuka arsip rahasia Pemerintah Argentina yang berkaitan dengan Nazi. Di antara dokumen tersebut, terdapat catatan bahwa Hitler selamat dari Perang Dunia II dan melarikan diri ke Argentina dengan bantuan Amerika Serikat dan “sekutunya”. Dia dikabarkan hidup selama dua dekade lagi dan memiliki dua anak perempuan di sana.
Namun perlu dicatat, media terkait tidak dapat memverifikasi secara langsung isi asli dari dokumen yang dideklasifikasi tersebut, sehingga keasliannya masih belum bisa dipastikan.
Dokumen Juga Mengungkap 300 Ribu Warga Jerman Melarikan Diri ke Amerika Selatan
Presiden Milei memerintahkan pembukaan semua dokumen rahasia yang terkait dengan pelarian para anggota Nazi ke Argentina setelah Perang Dunia II. Langkah ini bertujuan untuk mengungkap kebenaran sejarah dan menjawab tuntutan masyarakat internasional mengenai keberadaan penjahat perang Nazi.
Berdasarkan penyelidikan jaksa Jerman, sekitar 300.000 warga Jerman melarikan diri ke Amerika Selatan setelah perang berakhir. Dari lebih dari 20 republik merdeka di kawasan tersebut, hanya Argentina yang tetap menjalin hubungan diplomatik dengan Jerman, membuatnya menjadi tempat pelarian utama bagi para anggota Nazi.
Jaringan pelarian terkenal bernama Rattenlinien (jalur tikus) mulai beroperasi pada tahun 1945, yang membantu Nazi dan fasis lainnya kabur dari Eropa ke Benua Amerika, terutama ke Argentina, juga ke Paraguay, Kolombia, dan Brasil.
Jalur pelarian ini didukung oleh sejumlah rohaniwan Katolik, termasuk tokoh gereja ternama. Selain itu, Amerika Serikat melalui Proyek Paperclip pada tahun 1947 juga memanfaatkan jaringan ini untuk membawa sekitar 1.600 ilmuwan Jerman, termasuk yang bekerja untuk Hitler, ke Amerika.
Langkah Milei Didukung Pusat Simon Wiesenthal
Keputusan deklasifikasi dokumen ini dibuat setelah pertemuan antara Presiden Milei dan Simon Wiesenthal Center, lembaga yang memantau penjahat perang Nazi. Kepala Kabinet Guillermo Francos mengatakan bahwa pengungkapan dokumen ini akan membantu dunia memahami sejauh mana Argentina pernah menjadi tempat perlindungan bagi Nazi.
Menurut sejarawan, Argentina pernah menampung sekitar 5.000 anggota Nazi yang melarikan diri, termasuk tokoh besar seperti Adolf Eichmann dan Josef Mengele. Arsip yang dibuka ini diperkirakan akan membawa informasi dan petunjuk baru terkait periode gelap sejarah tersebut.
Sejak menjabat, Milei dikenal dekat dengan kebijakan luar negeri AS dan Israel, bahkan saat ini tengah menjalani proses konversi agama menjadi Yahudi.
Pengakuan Mengejutkan dari Pria 128 Tahun
Teori konspirasi tentang Hitler masih hidup setelah perang bukanlah hal baru. Pada tahun 2017, seorang pria di Argentina berusia 128 tahun mengaku kepada media bahwa dirinya adalah Adolf Hitler dan bahwa dia “sudah bersembunyi selama 72 tahun dan tak ingin bersembunyi lagi.”
Pria itu, bernama Herman Guntherberg, tinggal di Kota Salta, Argentina. Dia mengaku tiba di Argentina menggunakan paspor palsu yang dikeluarkan oleh Gestapo setelah Perang Dunia II. Untuk membuktikan identitasnya, dia menunjukkan 75 barang bukti.
Sejarah atau Konspirasi?
Menjelang akhir Perang Dunia II, pasukan Soviet mendekati Berlin, sementara pasukan Sekutu dari Inggris, Amerika, dan Kanada juga menghancurkan pertahanan Jerman dari arah barat dan selatan. Pada Januari 1945, Hitler mundur ke bunker bawah tanah di Berlin, tempat dia menghabiskan hari-hari terakhirnya.
Pada 20 April, dia merayakan ulang tahunnya yang terakhir di bawah gempuran meriam Soviet. Dua hari kemudian, dia mulai menyadari bahwa kekalahan tidak bisa dihindari. Pada 29 April dini hari, dia menikah dengan Eva Braun, kekasih lamanya. Keesokan harinya, pada 30 April 1945, mereka bunuh diri bersama di dalam bunker.
Namun, banyak pihak masih meragukan kebenaran kisah kematiannya. Terbukanya arsip rahasia oleh Pemerintah Argentina berpotensi memicu lebih banyak penyelidikan dan mungkin mengungkap fakta yang selama ini tersembunyi.(jhn/yn)