Pemilik Mobil Xiaomi Ungkap Video Kecelakaan Tahun Lalu dengan Mode Mengemudi Cerdas — Mirip Tragedi Terbaru

EtIndonesia. Tragedi kecelakaan Xiaomi SU7 yang menewaskan tiga mahasiswi akibat mobil terbakar diduga telah diselesaikan secara diam-diam dengan membungkam pihak keluarga korban. Di tengah sorotan kasus ini, seorang pemilik SU7 lainnya membagikan video kecelakaan miliknya tahun lalu, yang disebut sangat mirip dengan insiden tragis yang baru-baru uni terjadi.

Dalam video yang diunggah, pemilik mobil mengatakan bahwa kecelakaan terjadi hanya satu bulan setelah dia menerima mobil barunya, ketika sedang menggunakan fitur NOA (Navigasi Mengemudi Otomatis) di jalan tol. 

Doa mengataka: “Detail kejadiannya sama persis dengan kecelakaan mobil Xiaomi baru-baru ini.

Beruntungnya, empat penumpang dalam mobil tidak terluka.

Dia juga menyebut bahwa seluruh perangkat rumah tangga dan ponsel di rumahnya adalah produk Xiaomi. Saat itu, dia mengaktifkan NOA karena itu adalah pertama kalinya dia menyetir di jalan tol dan dia merasa bahwa mobil Xiaomi memiliki tingkat keamanan tinggi.

Pemilik mobil mengatakan, dia merasa beruntung masih hidup, dan kini sadar bahwa nyawa tak seharusnya diserahkan pada teknologi mengemudi otomatis. Sebelumnya, dia enggan membagikan video itu karena merasa itu bukan pengalaman yang membanggakan dan takut membuat orangtuanya khawatir. Namun sekarang, dia ingin membagikan pengalamannya sebagai peringatan kepada publik agar tidak terlalu bergantung pada teknologi mengemudi cerdas.

Dalam video tersebut, kejadian terjadi pada 7 September 2024 pukul 22:18 malam, saat mobil melaju cepat di jalan tol, mengikuti jalur yang dibatasi oleh kerucut lalu lintas. Namun tiba-tiba, kerucut-kerucut itu menghalangi seluruh jalur, tampaknya hendak mengarahkan kendaraan ke jalur berlawanan. Sistem mengemudi otomatis tampaknya tidak mampu mengenali situasi ini, sehingga mobil menabrak kerucut dan kemudian menghantam penghalang di depan.

Lokasi kejadian tidak dijelaskan secara rinci, namun di video terlihat teks “Distrik Kaifu, Kota Changsha · Xiaomi Automobile (Toko Sifangping, Changsha)”.

Sebelumnya, pada 29 Maret 2025, terjadi tragedi kebakaran mobil Xiaomi di jalan tol De-Shang, Anhui, sekitar pukul 10 malam juga. Insiden terjadi karena rambu-rambu jalan mengarahkan kendaraan ke jalur berlawanan akibat konstruksi. Mobil Xiaomi SU7 menabrak beton pembatas, dan kemudian baterainya terbakar. Parahnya lagi, pintu mobil terkunci, menyebabkan tiga mahasiswi tewas terbakar.

Menurut keterangan keluarga korban, dua penumpang di kursi depan hangus hingga hanya tersisa kerangka, sementara penumpang di kursi belakang berhasil diselamatkan warga dengan cara memecahkan kaca, namun meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Keluarga sempat menuntut pertanggungjawaban Xiaomi secara online dan memicu perhatian publik.

Namun, saat ini, akun media sosial para keluarga korban telah dibersihkan, dan diduga mengalami pemaksaan bungkam oleh otoritas PKT, serupa dengan kasus kecelakaan mobil Huawei sebelumnya. Netizen mengecam tindakan ini sebagai bukti bahwa “nyawa rakyat menjadi tumbal ambisi rezim dalam mengejar apa yang mereka sebut ‘Produktivitas Baru’.”Ada juga netizen yang mengkritik industri mobil listrik buatan Tiongkok yang terus menyombongkan teknologi mengemudi cerdas mereka, dengan klaim mampu mengenali dan menangani 100% situasi berbahaya, sehingga menimbulkan kepercayaan buta di kalangan konsumen. Mereka menyebut praktik ini sebagai “marketing dengan mempertaruhkan nyawa manusia.”

FOKUS DUNIA

NEWS