Pelajari cara mengenali tanda-tanda awal penggumpalan darah dan kurangi risikonya dengan gaya hidup dan pola makan yang sederhana
Naiwen Hu
Penggumpalan darah sering kali terbentuk secara diam-diam—namun ketika menyumbat pembuluh darah penting, dapat memicu serangan jantung atau stroke tanpa peringatan.
Memahami tanda-tanda awal dan mengetahui cara mengurangi risikonya bisa menyelamatkan nyawa Anda.
Kelompok Berisiko Mengalami Trombosis
Ada anggapan umum bahwa penggumpalan darah hanya menyerang orang lanjut usia.
Padahal, beberapa orang yang lebih muda juga bisa berisiko tinggi.
Faktor-faktor berikut secara signifikan meningkatkan kemungkinan terbentuknya penggumpalan darah:
- Kurang gerak: Duduk terlalu lama menyebabkan sirkulasi darah buruk dan darah menjadi lebih “lengket”, meningkatkan risiko pembekuan. Bangkit dan bergeraklah setidaknya lima menit setiap jam untuk mendukung aliran darah yang sehat.
- Obesitas: Berat badan berlebih menekan pembuluh darah dan memperlambat aliran darah balik ke jantung, meningkatkan risiko trombosis vena dalam sekitar 2,5 kali lipat.
- Faktor risiko kardiovaskular: Tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah serta trombosit, sehingga berkontribusi pada pembentukan gumpalan darah.
- Merokok: Zat kimia dalam rokok merusak lapisan dalam pembuluh darah dan menyebabkan penggumpalan sel darah, membuat pembekuan lebih mungkin terjadi.
Tanda Peringatan Dini Penggumpalan Darah
Penggumpalan darah sering berkembang dengan gejala peringatan. Waspadai tanda-tanda berikut:
- Penglihatan Kabur Sementara
Orang di atas usia 65 tahun sangat rentan terhadap penglihatan kabur sementara. Meskipun biasanya dapat melihat dengan jelas, penglihatan kabur mendadak bisa menandakan darah yang mengental dan tidak mengalirkan cukup oksigen serta nutrisi ke retina dan saraf optik. - Bibir dan Lidah Berwarna Ungu
Bibir dan lidah berwarna ungu bisa menunjukkan sirkulasi darah yang buruk dan darah yang lengket, dikenal sebagai “stasis darah” dalam pengobatan tradisional Tiongkok. - Sesak Napas Saat Jongkok
Jika aliran darah terganggu akibat pembekuan, bisa timbul sesak napas dan rasa sesak di dada. Orang dengan obesitas perlu memperhatikan bila napas terasa berat saat atau setelah jongkok.
Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, segera cari pertolongan medis untuk mencegah komplikasi kardiovaskular yang serius. Tanda-tanda awal ini penting karena pembuluh darah yang tersumbat bisa menyebabkan stroke di otak, serangan jantung (infark miokard) di jantung, emboli paru di paru-paru, atau hemangioma hepatik di hati.
3 Makanan yang Mendukung Kesehatan Pembuluh Darah
Setelah usia 50 tahun, penting untuk menjaga kesehatan pembuluh darah dan mengurangi kekentalan darah melalui pilihan makanan. Tiga makanan berikut dapat membantu:
- Bawang
Bawang dapat menurunkan kekentalan darah. Kaya akan flavonoid dan senyawa belerang seperti quercetin, yang bersifat antioksidan, anti-inflamasi, penurun lipid, dan mencegah penggumpalan.
Untuk penyerapan yang lebih baik, tumis bawang dengan minyak—senyawa larut lemak seperti quercetin lebih mudah diserap bila dimasak dengan lemak. - Tomat
Tomat membantu mencegah penggumpalan darah dan menurunkan kolesterol. Gel kuning di sekitar biji tomat mencegah penggumpalan sel darah, sehingga mengurangi risiko pembekuan. Tomat mentah memberikan efek terbaik untuk mencegah pembekuan, sementara tomat yang dimasak melepaskan lebih banyak likopen yang mendukung kesehatan jantung. - Jamur Kuping Hitam
Jamur kuping hitam mendukung kesehatan pembuluh darah. Kaya akan polisakarida yang bersifat antioksidan dan penurun lemak.
Cobalah merebus jamur kuping hitam dengan kurma merah untuk membuat sup manis yang meningkatkan sirkulasi dan memperkuat fungsi kardiovaskular.
Waktu-waktu Kritis untuk Menjaga Kesehatan Jantung
Insiden penyakit jantung meningkat pada musim dingin, dengan puncak kematian mendadak terjadi larut malam dan pagi hari.
Waspada terhadap waktu dan rutinitas tertentu dapat mengurangi risiko kejadian jantung mendadak:
- Saat Bangun Tidur
Lingkungan yang dingin menyebabkan pembuluh darah menyempit, meningkatkan risiko kardiovaskular. Sebelum bangun, kenakan pakaian hangat dan bangkit perlahan agar tubuh bisa menyesuaikan diri dengan suhu. - Saat Menggosok Gigi atau Mencuci Wajah
Paparan air dingin di pagi hari dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit akibat penurunan suhu mendadak. Gunakan air hangat untuk mengurangi beban pada sistem kardiovaskular. - Setelah Mandi
Tubuh tetap hangat dan lembap setelah mandi, sehingga paparan dingin secara tiba-tiba lebih berbahaya. Keringkan tubuh dengan cepat dan berpakaian hangat untuk mempertahankan suhu tubuh dan menghindari perubahan suhu mendadak.
Tanda-tanda Serangan Jantung dan Tindakan yang Harus Dilakukan
Serangan jantung sering terjadi tanpa peringatan, namun tubuh bisa memberikan sinyal awal. Perhatikan tanda-tanda berikut dan segera cari pertolongan medis:
- Rasa Sesak atau Nyeri Parah di Dada: Jika berlangsung lebih dari lima menit, mungkin menunjukkan penyumbatan pembuluh darah serius—segera ke unit gawat darurat.
- Sakit Perut yang Tidak Diketahui Penyebabnya: Beberapa orang mengalami ketidaknyamanan perut beberapa hari atau bahkan minggu sebelum serangan jantung.
- Nyeri di Punggung atau Bahu: Serangan jantung bisa menyebabkan nyeri di punggung atau bahu tanpa penyebab yang jelas.
- Mati Rasa atau Lemah di Lengan: Aliran darah yang buruk dapat menyebabkan mati rasa atau rasa lemah di satu atau kedua lengan.
- Sesak Dada yang Berkepanjangan: Jika berlangsung 15 hingga 20 menit dan tidak kunjung hilang, segera hubungi layanan darurat (nomor gawat darurat lokal).
Penggumpalan darah sering kali dapat dicegah. Memahami risikonya, waspada terhadap tanda-tanda awal, dan mengambil langkah proaktif—seperti tetap aktif dan mengonsumsi makanan yang meningkatkan sirkulasi—dapat sangat membantu melindungi jantung dan otak Anda. Kesadaran Anda bisa menjadi pembeda antara hidup dan mati—bagi Anda atau orang yang Anda cintai.