Menyamar Sebagai Warga Negara AS dan Ikut Pemilu – Mahasiswa Tiongkok Kabur ke Shanghai Setelah Bebas Bersyarat

Departemen Kehakiman Amerika Serikat baru-baru ini mengonfirmasi bahwa seorang mahasiswa asal Tiongkok bernama Gao Haoxiang, yang pernah menempuh studi di negara bagian Michigan, telah didakwa karena melakukan pemungutan suara secara ilegal, dan kemudian melarikan diri setelah dibebaskan dengan jaminan. Kini pemerintah federal telah menambahkan dakwaan baru terhadapnya.

EtIndonesia. Gao Haoxiang, yang pernah berkuliah di Universitas Michigan, pada saat mendaftar untuk memberikan suara dalam pemilu tahun lalu, mengaku sebagai warga negara AS dan berhasil memberikan suara pada November tahun lalu. Otoritas negara bagian Michigan pada saat itu tidak menyadari adanya pelanggaran hukum.

Namun, yang membuat kasus ini terungkap adalah tindakan bodohnya sendiri setelah mencoblos. Usai memberikan suara, Gao malah bertanya apakah ia bisa mengambil kembali surat suaranya, yang memicu kecurigaan dari petugas terkait dan akhirnya membuka kedoknya.

Setelah kasus ini terbongkar, ia dituduh memberikan pernyataan palsu oleh otoritas negara bagian. Pengadilan mengizinkannya dibebaskan dengan jaminan sebesar 5.000 dolar AS, dengan syarat ia tidak boleh meninggalkan negara bagian Michigan dan harus menyerahkan paspornya.

Namun, pada 19 Januari lalu, tepat sehari sebelum Presiden Trump dilantik kembali, Gao Haoxiang menggunakan paspor Tiongkok kedua untuk terbang ke Shanghai. Pihak berwenang gagal mendeteksinya pada saat itu. 

Baru setelah ia dua kali tidak hadir dalam persidangan, barulah pada 30 Mei, surat perintah penangkapan dikeluarkan, dan dakwaan tambahan dijatuhkan. Ia kini didakwa melanggar syarat pembebasan, menghindari persidangan, dan menghalangi proses peradilan – yang merupakan tindak pidana federal berat.

Jaksa penuntut menyatakan bahwa memberikan suara secara ilegal merusak kredibilitas pemilu AS, dan jika pelakunya adalah warga asing dari rezim otoriter, maka pelanggarannya menjadi lebih serius dan tidak dapat ditoleransi. Kantor FBI di Detroit juga menyatakan bahwa penyelidikan atas kasus ini masih berlangsung.

Terungkapnya kasus ini terjadi bertepatan dengan pengumuman pemerintahan Trump yang akan secara aktif mencabut visa pelajar Tiongkok yang terkait dengan PKT, menunjukkan bahwa pemerintah AS sangat memperhatikan masalah infiltrasi di dunia akademik. (Hui)

Laporan oleh reporter magang NTD Television, Ning Xiu.

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine