Hampir 1.000 Gempa Terjadi di Lepas Pantai Kagoshima Jepang dalam 12 Hari, Terbesar Berkekuatan Magnitudo 5,5

Dalam dua minggu terakhir, wilayah perairan lepas pantai barat daya Jepang, tepatnya di sekitar Kagoshima, mengalami hampir seribu kali gempa bumi. Pada  Rabu (2/7/2025) waktu setempat, dua gempa berkekuatan lebih dari 5 Magnitudo juga terjadi. Sementara itu, Gunung Berapi Shinmoedake yang berada di dekat lokasi tersebut telah terus-menerus meletus selama lebih dari enam hari. Ramalan dari mangaka wanita Jepang, Ryou Tatsuki, tentang kemungkinan terjadinya bencana besar pada 5 Juli kembali menarik perhatian publik.

EtIndonesia. Di wilayah sekitar Kepulauan Tokara, Prefektur Kagoshima, Jepang barat daya, dalam waktu 12 jam terjadi dua gempa berkekuatan lebih dari Magnitudo 5.  

Menurut Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency), pada Rabu (2 Juli) pukul 04:32 waktu setempat, terjadi gempa berkekuatan 5,0 dengan kedalaman 30 km. Kemudian, kekuatan gempa diperbarui menjadi 5,1 dengan kedalaman direvisi menjadi 16 km. Di wilayah yang sama, sekitar pukul 15:26 sore, kembali terjadi gempa berkekuatan 5,5 dengan kedalaman 10 km, menjadikannya gempa terbesar dalam rangkaian kejadian terkini. Pihak berwenang menyatakan tidak ada risiko tsunami.

Kedua gempa tersebut mencapai intensitas maksimum 5 lemah pada skala intensitas gempa Jepang. Menurut definisi Badan Meteorologi, pada tingkat ini, sebagian besar orang akan merasa takut, perlu berpegangan pada sesuatu untuk menjaga keseimbangan, dan barang-barang di lemari bisa jatuh.

Faktanya, dari 21 Juni hingga 2 Juli, telah terjadi lebih dari 900 gempa yang dirasakan, hampir tiga kali lipat dari catatan kejadian serupa di masa lalu. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dan membuat penduduk setempat sulit tidur.

Pejabat setempat menyatakan bahwa penyebab rangkaian gempa ini belum diketahui. Karena gempa mungkin terus berlanjut, warga diminta tetap waspada serta siap siaga untuk evakuasi atau mengungsi jika diperlukan.

Sementara itu, Gunung Berapi Shinmoedake yang terletak di Pegunungan Kirishima, di perbatasan antara Prefektur Kagoshima dan Miyazaki di selatan Pulau Kyushu, telah terus meletus sejak 27 Juni. Pada Rabu pukul 11:43 pagi waktu setempat, asap dari kawah gunung tersebut mencapai ketinggian 2.800 meter. Pemerintah daerah seperti Kota Kirishima (Kagoshima) dan Kota Kobayashi (Miyazaki) telah mengeluarkan peringatan terkait hujan abu vulkanik.

Namun, sejumlah ahli menyatakan bahwa rangkaian gempa di sekitar Kepulauan Tokara tidak berkaitan dengan letusan Gunung Shinmoedake.

Pemerintah daerah di sekitar Gunung Shinmoedake telah mengaktifkan sistem penanggulangan bencana dan menaikkan status peringatan ke Level 3, yaitu “Pembatasan Pendakian.” Masyarakat diimbau untuk menggunakan perlindungan saat beraktivitas di luar, menjaga keselamatan, dan tidak mendekati zona berbahaya. (Hui/asr)

Laporan oleh Guo Yuexi dari NTDTV, Amerika Serikat

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine