Bantuan Tambahan Tiba di Gaza, Militer Israel Tewaskan Pemimpin Hamas

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, pada  Senin (14 Juli) mengatakan bahwa telah terlihat tanda-tanda peningkatan masuknya bantuan ke Gaza, tetapi masih belum mencukupi. Sementara itu, Israel mengumumkan bahwa mereka telah menewaskan seorang anggota penting Hamas yang terlibat dalam serangan teror 7 Oktober.

EtIndonesia.com . Pada Senin 14 Juli, Kallas berbicara menjelang pertemuan di Brussel dengan para pejabat tinggi dari Timur Tengah dan Uni Eropa. Ia mengatakan bahwa meskipun ada peningkatan bantuan yang masuk ke Gaza, jumlahnya masih jauh dari cukup.

 “Tentu saja, kami tahu ini belum cukup. Kami memerlukan lebih banyak dorongan,” ujar Kaja Kallas, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa. 

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar , mengatakan bahwa Hamas terus menghalangi penduduk Gaza untuk menerima bantuan secara langsung.

 “Perang sedang berlangsung di sana. Apa yang terjadi di lapangan berkaitan erat dengan Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), karena Hamas mencoba mencegah orang-orang mendapatkan bantuan secara langsung,” katanya. 

Sementara itu, militer Israel melanjutkan serangan terhadap Hamas. Pada  Senin, ledakan terus mengguncang Kota Khan Younis di Gaza selatan. Pejabat kesehatan setempat melaporkan bahwa serangan Israel dari Minggu malam hingga Senin pagi telah menewaskan sedikitnya 30 orang di Jalur Gaza.

Pada hari yang sama, militer Israel mengumumkan bahwa dalam serangan udara pada 19 Juni, mereka telah menewaskan tokoh penting Hamas, Mohammed Nasser.

Militer Israel menyatakan bahwa Nasser terlibat dalam serangan teror 7 Oktober 2023, termasuk penculikan terhadap Emily Damari, warga negara ganda Israel-Inggris, dari rumahnya. Damari kehilangan dua jari dalam serangan tersebut dan akhirnya dibebaskan dalam pertukaran sandera pada Januari tahun ini.

Di Suriah, tepatnya di Provinsi Daraa, terjadi bentrokan antara suku Badui Sunni dan milisi Druze. Pasukan keamanan pemerintah yang dikirim untuk memulihkan ketertiban juga bentrok dengan milisi Druze.

Kementerian Dalam Negeri Suriah melaporkan bahwa dalam pertempuran tersebut, lebih dari 30 orang tewas dan hampir 100 lainnya terluka.

Menurut laporan dari Syrian Observatory for Human Rights, sedikitnya 50 orang tewas, termasuk dua anak-anak dan enam anggota pasukan keamanan.

Sementara itu di Iran, juru bicara Kementerian Luar Negeri negara tersebut pada hari Senin menyatakan bahwa Teheran akan merespons jika PBB memberlakukan sanksi baru terkait program nuklir Iran.

Seorang sumber diplomatik Prancis mengungkapkan bahwa jika tidak tercapai kesepakatan nuklir dengan Iran yang dapat menjamin keamanan Eropa, maka Uni Eropa kemungkinan harus mengaktifkan kembali mekanisme pemulihan cepat dan memberlakukan kembali sanksi PBB terhadap Iran.

Laporan oleh Zhao Fenghua – NTD News

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine