Tragedi Tambang Tembaga di Chili: Kelima Penambang yang Terjebak Ditemukan Tewas Setelah Terowongan Runtuh

EtIndonesia. Operasi penyelamatan di Chili di tambang tembaga bawah tanah terbesar di dunia berakhir pada hari Minggu tanpa korban selamat. Jenazah penambang kelima yang hilang ditemukan beberapa hari setelah terowongan runtuh, kata para pejabat.

“Hari ini kami akhirnya menemukan (meninggal) pekerja terakhir yang hilang,” ujar Aquiles Cubillos, jaksa wilayah O’Higgins, Chili, kepada para wartawan.

Operasi di pusat pertambangan El Teniente telah dihentikan sejak Jumat setelah sebuah “peristiwa seismik” menyebabkan runtuhnya terowongan sehari sebelumnya, yang menjebak kelima penambang di dalamnya.

Apakah penyebab guncangan tersebut akibat gempa bumi atau pengeboran masih dalam penyelidikan.

El Teniente, yang dioperasikan oleh perusahaan pertambangan milik negara Chili, Codelco, memiliki terowongan sepanjang lebih dari 4.500 kilometer  dan merupakan deposit tembaga bawah tanah terbesar di dunia.

Tahun lalu, negara ini memproduksi 356.000 metrik ton (lebih dari 392.000 ton) tembaga—hampir tujuh persen dari total produksi tembaga di Chili.

Industri pertambangan Chili dianggap sebagai salah satu yang teraman di dunia, dengan tingkat kematian 0,02 persen pada tahun 2024, menurut Dinas Geologi dan Pertambangan Nasional Chili.(yn)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine