Perempuan Pribumi di Meksiko Hanya Mengenakan Sandal dan Berpakaian Tradisional Memenangkan Ultramaraton

EtIndonesia. Seorang perempuan di Meksiko berusia 30 tahun tanpa pengalaman lari dan tanpa perlengkapan lari berhasil memenangkan ultramaraton sejauh 63 km dengan mengenakan sandal jepit dan pakaian tradisional suku asalnya.

Dengan catatan waktu 7 jam 34 menit, Candelaria Rivas Ramos memenangkan Ultramaraton Canyons kategori putri sepanjang 63 kilometer di Guachochi, Meksiko, tanpa perlengkapan lari dan tanpa latihan apa pun selain menjalani kehidupan sehari-harinya di pegunungan.

Rivas adalah anggota Rarámuri, sebuah kelompok pribumi lokal di wilayah Chihuahua yang tradisinya meliputi lomba lari jarak jauh dan perburuan persisten, sebuah gaya berburu yang melibatkan pemaksaan mangsa hingga kelelahan dalam jangka waktu yang lama.

Dikenal karena stamina dan toleransi mereka yang luar biasa terhadap rasa sakit, Rarámuri terlahir untuk berlari dan dapat mengalahkan atlet profesional bahkan ketika tidak memiliki perlengkapan lari modern.

Dengan bakat murni dan semangat pantang menyerah yang luar biasa, Candelaria Rivas Ramos, 30 tahun, dari Choreachi, mengukir sejarah di Canyons Ultramarathon 2025 di Guachochi.

Dia belum pernah berkompetisi dalam maraton sebelumnya, tetapi setelah didorong oleh komunitasnya, dia melakukan perjalanan bersama suaminya dari Choreachi ke Guachochi, berjalan kaki tanpa henti selama 14 jam.

Setelah perjalanan yang melelahkan ini, dia tidak hanya berlari ultramarathon sepanjang 63 kilometer dengan pakaian tradisional Rarámuri dan sandal buatan tangan, tetapi juga menjadi yang pertama melewati garis finis.

“Kemenangan ini untuk keluarga saya,” ujar Candelaria setelah lomba. “Saya sudah familiar dengan lomba yang diadakan di sini setiap tahun. Saya belum pernah berpartisipasi sebelumnya, tetapi saya datang tahun ini untuk mendaftar pada bulan April.”

Berbicara tentang suku Rarámuri dan kemampuan legendaris mereka untuk berlari berjam-jam tanpa henti dengan sandal tradisional yang disebut huaraches, antropolog Harvard dan pelari maraton Daniel Liberman mengatakan bahwa stamina super penduduk asli ini berkaitan erat dengan agama mereka.

Dia mengklaim bahwa mereka seolah memasuki kondisi seperti trans yang membantu mereka mengatasi tanda-tanda kelelahan fisik yang nyata.

“Bagi mereka, ini spiritual,” kata Lieberman. “Semacam doa, simbol bagaimana dunia bekerja, dan ungkapan syukur kepada Tuhan mereka.”

Candelaria Rivas Ramos bukanlah orang Rarámuri pertama yang memenangkan ultramaraton di Meksiko. Pada tahun 2017, María Lorena Ramírez, seorang wanita domba asli Rarámuri yang memenangkan ultramaraton 50 km.(yn)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine