Kesadaran yang Dibawa oleh Pandemi

EtIndonesia. Sebuah pandemi yang datang tanpa peringatan mengajarkan kita kenyataan pahit: uang tidak bisa membeli nyawa, keuntungan tidak bisa menukar kesehatan. Bahwa harta terbesar adalah kesehatan, dan kebahagiaan tertinggi adalah hidup dalam keadaan aman dan selamat.

Pandemi yang mengamuk mengingatkan kita:

  • tempat tidur termahal di dunia adalah ranjang rumah sakit,
  • dan obat terbaik di dunia adalah tubuh yang sehat.

Pandemi yang menghancurkan memberi kita kesadaran: tanpa tenaga medis yang berjaga di garis depan, kita tidak akan merasakan rasa aman seperti hari ini.

Pandemi yang tanpa belas kasihan membuat kita tersadar: bisa tetap bernapas dengan tenang adalah sebuah keberuntungan; dapat menjalani hari ini dengan selamat adalah sebuah anugerah.

Kebenaran Besar Bernama “Ketidakpastian”

Pandemi juga mengajarkan kita tentang ketidakpastian hidup. Kita tidak pernah tahu kapan badai datang. Ketika ketidakpastian tiba, bahkan pahlawan terkuat pun tidak berdaya.

Saat kamu benar-benar memahami “ketidakpastian”,

  • Kamu tidak akan terlalu sombong — karena keindahan hari ini bisa runtuh esok hari.
  • Kau tidak akan terlalu bersedih —  karena awan suram hari ini bisa berubah menjadi langit cerah besok pagi.

Saat kamu memahami ketidakpastian:

  • Mendapat, tidak terlalu gembira;
  • Kehilangan, tidak terlalu menderita. Karena dalam hidup — segala sesuatu terus berubah dan berputar.

Saat kamu memahami ketidakpastian, kamu akan membiarkan hidup mengalir sebagaimana mestinya — tak peduli kamu resah atau gelisah, tidak ada yang bertambah, dan tidak ada yang berkurang.

Ketidakpastian selalu ada — tidak pergi, tidak datang. Menyadarinya adalah pelajaran hidup yang wajib kita lalui.

Hidup ini akan dilalui setiap orang — lahir, tua, sakit, dan mati — sebagaimana pergantian musim yang wajar: musim semi, panas, gugur, lalu dingin. Itu semua adalah hukum alam, bukan tragedi.

Hanya setelah memahami ketidakpastian, barulah kita bisa melepaskan kelekatan yang tak perlu, belajar menerima, belajar menghargai, belajar bersyukur.

Dalam perjalanan hidup ini, pada akhirnya, kita akan tahu — dari semua hal yang indah, yang paling bernilai adalah: hidup dengan tenang dan aman. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine