Memaknai dan Memanfaatkan Hidup dengan Baik


EtIndonesia. Hidup ini singkat, waktu melaju cepat, dan setiap hari yang kita jalani seharusnya memiliki pertanggungjawabannya sendiri. Jangan sampai kita menghabiskan waktu berharga untuk permainan yang tidak bermakna, tujuan yang bodoh, atau mengejar kesenangan sesaat. Semua itu tidak menghasilkan apa-apa.

Gunakan hidup untuk melakukan hal-hal yang bermakna. Isi setiap menit dengan tindakan dan pikiran yang bernilai. Biarkan hidupmu mencerminkan keyakinanmu. Biarkan setiap ucapan dan tindakanmu menjadi bukti siapa dirimu: seseorang yang maju, adil, dan tulus.

Setiap orang pada akhirnya harus mempertanggungjawabkan hidupnya—hanya saja kita tidak tahu kapan hari itu akan tiba. Karena itu, jangan menunda-nunda. Lepaskan diri dari hal-hal yang sia-sia dan urusan kecil yang tak berguna. Gunakan setiap hari yang diberikan Tuhan untuk perbuatan yang bernilai.

Sejauh apa pun perjalanan hidupmu, sebesar apa pun pencapaian kariermu, jika suatu hari kamu menjauh dari empat nilai ini, maka kamu belum bisa disebut benar-benar menghargai hidupmu:

— Ketulusan
— Keadilan
— Kejujuran
— Kemajuan diri

Singkatnya, dalam perjalanan hidup, kita akan selalu berhadapan dengan masa-masa sulit. Ketika kesulitan datang, satu-satunya cara adalah melembutkan hati dan menerimanya dengan tenang.

Ada pepatah kuno yang berkata: “Setelah kelelahan yang luar biasa, barulah muncul rasa ringan.” 

Artinya, jika kita sanggup bertahan dalam hal-hal yang paling sulit—menahan rasa tak nyaman, menanggung situasi yang hampir tak tertahankan—maka dari penderitaan itulah akan muncul kekuatan.

Saat kita dipaksa menjalani masa-masa panas, berat, dan sulit, ingatlah: “Seribu sungai memantulkan seribu bulan; langit tanpa awan terbentang seribu kilometer.”

Selama kamu berani menghadapi semuanya, setelah perjuangan itu berlalu, kamu akan merasakan kelegaan yang luar biasa. Kesusahan akan berakhir, dan manisnya kehidupan akan pelan-pelan mengalir di hati.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Nasib Dinasti Berutang Kesuksesannya pada Penghormatan Kaisar dan Persembahan Kurban kepada Langit

Di Tiongkok kuno, ritual persembahan kurban bukan sekadar upacara seremonial. Ritual tersebut berlandaskan sebuah prinsip yang dipetik Dinasti Zhou dari keruntuhan dua dinasti sebelumnya:...

Memahami Bersyukur: Menemukan Kembali Keindahan Hidup yang Penuh Apresiasi

Oleh Shoba Rajamani Di dunia yang semakin terhubung secara digital dan terus mendorong kita untuk meraih lebih banyak prestasi, memperoleh lebih banyak penghasilan, serta menjadi...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine