Kuda yang Malas Pada Akhirnya Akan Gagal

EtIndonesia. Ada sebuah kisah seperti ini: Dua ekor kuda masing-masing menarik satu gerobak besar. Kuda yang berada di depan berjalan dengan baik, langkahnya mantap. Sementara kuda di belakang sering berhenti, malas melangkah.

Akhirnya, orang-orang memindahkan muatan dari gerobak belakang ke gerobak depan. Setelah semua barang dipindahkan, gerobak belakang menjadi kosong. Kuda di belakang pun melangkah dengan ringan dan cepat.

dIa bahkan mengejek kuda di depan sambil berkata: “Kerja saja terus, berkeringatlah… semakin kaMu berusaha, semakin orang memanfaatkanmu.”

Ketika mereka tiba di penginapan untuk kuda dan gerobak, sang pemilik berkata: “Kalau hanya satu kuda yang menarik semuanya, buat apa aku memelihara dua?  Lebih baik aku rawat satu dengan baik, sedangkan yang satu lagi aku sembelih saja — paling tidak masih dapat kulitnya.”

Dan begitulah yang dia lakukan.

Kisah ini menunjukkan bahwa kemalasan selalu berakhir dengan hukuman. Orang yang hanya bermalas-malasan, makan enak tanpa bekerja, tidak mungkin merasakan kebahagiaan dari hasil jerih payah.

Dalam kondisi apa pun, kita tidak boleh membenci pekerjaan — itulah sikap terburuk yang bisa dimiliki seseorang. Orang merasa kerja itu berat biasanya karena dia ingin cepat-cepat menyelesaikannya, agar bisa beristirahat atau bersenang-senang. Keinginan cepat lepas dari beban itulah yang membuat pekerjaan terasa sangat membosankan.

Rasa jenuh juga bisa muncul karena pekerjaan terlalu berat, tetapi ada kalanya rasa jenuh datang karena kita belum mampu mengerjakannya dengan baik. Ketika pekerjaan membuahkan hasil dan mendapatkan penghargaan, pekerjaan yang tadinya membosankan pun bisa berubah menjadi menyenangkan.

Bekerja keras membutuhkan kerajinan dan keteguhan, tetapi bekerja keras dengan hati gembira adalah sebuah kebijaksanaan.

Tanamkan keyakinan ini dalam hati: dalam bekerja, kita harus mengerahkan segala kemampuan. Orang yang bekerja lebih giat saat bos tidak ada, akan mendapat penghargaan lebih besar.

Jika hanya bekerja baik ketika diawasi, maka selamanya kita tidak akan mencapai puncak kesuksesan.

Bila harapanmu terhadap dirimu sendiri lebih tinggi daripada harapan bos terhadapmu, maka kamu tidak perlu khawatir kehilangan pekerjaan. Dan bila kamu mampu mencapai standar terbaik versimu, kenaikan jabatan tinggal menunggu waktu.

Kesuksesan adalah hasil akumulasi dari usaha. Kalau ingin naik ke tangga tertinggi keberhasilan, kita harus selalu mengambil inisiatif dan bergerak lebih dulu. Jika kebiasaan ini terbentuk, kitalah yang suatu hari akan menjadi pemimpin.

Jika di hatimu ada seekor “kuda pemalas”, segeralah usir ia jauh-jauh —  jangan sampai dia menyeretmu menuju jurang kegagalan!(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine