Video Seorang Pria Tiongkok Beli “Dendeng Sapi” di Pameran, Ternyata Semuanya Palsu 

EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang blogger di Tiongkok mengunggah video untuk mengadukan bahwa “dendeng sapi suwir” seharga 75 yuan per jin yang dibelinya di sebuah pameran ternyata palsu. Setibanya di rumah, ia secara tak terduga menemukan bahwa dendeng tersebut seluruhnya terbuat dari tahu kering, sehingga memicu kehebohan.

Dalam video tersebut, sang blogger menjelaskan bahwa dendeng sapi suwir itu dibelinya di pameran sebagai oleh-oleh untuk istrinya. Baru setelah sampai di rumah ia menyadari bahwa dendeng tersebut palsu.

“Karena biasanya kami makan makanan yang cukup ringan, saya merebusnya dengan air. Setelah diangkat dan dilihat, coba kalian perhatikan, hampir semuanya adalah tahu kering,” kata sang blogger sambil menunjukkan dendeng palsu yang dibelinya.”

 “Semuanya produk kedelai, hampir tidak ada daging sapi sama sekali. Tapi saya membelinya dengan harga 75 yuan per jin, seolah-olah itu daging sapi.”

Ia juga memperlihatkan kemasan produk tersebut, yang di atasnya tercetak keterangan: “Nama makanan: Dendeng sapi” dan “Komposisi: daging sapi, garam”.

Blogger itu mengatakan, “Kalian bisa lihat daftar komposisinya, hanya tertulis daging sapi dan garam. Saat itu saya dan istri bahkan merasa daftar komposisinya sangat ‘bersih’. Tapi ternyata isinya hampir semuanya produk kedelai, daging sapi nyaris tidak ada, mungkin hanya sedikit sekali.”

Ia kemudian menunjukkan satu kemasan kecil dendeng yang bahkan tidak mencantumkan daftar komposisi. Sang blogger mengingatkan, “Ini adalah bentuk penipuan seperti ini. Semua orang harus benar-benar waspada.”

Video tersebut memicu perdebatan hangat di kalangan warganet daratan Tiongkok. Beberapa komentar antara lain:

“Kalau cuma belasan atau dua puluh yuan per jin, mungkin masih bisa diterima. Tapi sudah beli 75 yuan per jin dan tetap tidak dapat daging sapi asli, itu benar-benar bikin emosi.”

“Apakah ini tidak termasuk penipuan? Bagaimana bisa lolos pemeriksaan keamanan pangan?”

“Sekarang bahkan daftar komposisi juga mulai dipalsukan.”

Ada pula berkomentar :  “Pernahkah terpikir bagaimana daftar komposisi palsu bisa lolos? Mari beri tepuk tangan untuk para ‘pemimpin’ kita.”

Warganet lain menyindir:  “Kalau cuma tahu kering, saya malah lega. Asal bukan daging tikus.”

“Sekarang bahan di dalamnya palsu, kemasannya palsu, mereknya palsu, daftar komposisinya palsu. Tapi harganya yang asli.”

Kasus pemalsuan pangan di Tiongkok daratan terus bermunculan. Sejumlah pedagang nakal menggunakan daging bebek atau sisa potongan daging untuk membuat “daging sapi palsu”, bahkan ada yang memakai daging beku rubah atau rakun—yang dilarang untuk dikonsumsi—untuk dijual sebagai daging kelinci. Hal ini menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.

Namun, berbagai kasus pemalsuan pangan tersebut hampir tidak pernah benar-benar diberantas. Banyak warga mempertanyakan apakah hal ini disebabkan oleh kelalaian lembaga pengawas Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Seorang warganet mengeluh, “Orang yang melakukan pelanggaran hukum terlalu banyak, sampai-sampai tidak mungkin diperiksa semuanya. Kalau tidak ada yang melapor, ya dibiarkan saja. Untuk makanan, sebaiknya pilih yang asal-usulnya jelas.” (Hui)

Laporan kompilasi oleh reporter Luo Tingting / Editor Wen Hui 

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine