Trump : Pembunuhan di Iran Telah Berhenti, Mendorong Pemberlakuan Tarif Semikonduktor dan Mineral

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (14 Januari) menyampaikan pernyataan terbaru terkait situasi Iran, perintah eksekutif, serta kebijakan semikonduktor. Trump menyatakan bahwa aksi pembunuhan dan eksekusi di dalam wilayah Iran telah berhenti.

Selain itu, menjelang konferensi pers, Trump menandatangani dua tindakan eksekutif yang bertujuan untuk memastikan keamanan rantai pasok internasional mineral kritis dan produk turunannya, yang juga berkaitan dengan kebijakan perdagangan semikonduktor. 

Berikut laporan koresponden NTD di  Washington, Zhang Liang.

Reporter :  “Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pemerintah telah menerima informasi intelijen yang dapat dipercaya, yang menunjukkan bahwa aksi pembunuhan di dalam Iran sedang berhenti. Eksekusi yang sebelumnya sangat menjadi perhatian publik dan dikabarkan mungkin akan dilakukan dalam waktu dekat, kini dipastikan tidak akan terjadi.”

Presiden AS Donald Trump :  “Kami diberi tahu bahwa pembunuhan di Iran sedang berhenti—telah berhenti dan terus berhenti—dan tidak ada rencana eksekusi apa pun, baik satu eksekusi maupun eksekusi massal.”

Selain isu Iran, Trump juga mengungkapkan bahwa pemerintah AS telah menemukan seorang pembocor informasi besar yang terkait dengan isu Venezuela.

Trump : “Pembocor ini terkait dengan isu Venezuela dan merupakan pembocor yang sangat serius. Mungkin masih ada orang lain, dan kami akan memberitahu Anda nanti. Pembocor tersebut telah ditangkap dan dipenjara, dan kemungkinan besar akan dipenjara untuk waktu yang lama.”

Dalam bidang kebijakan, Gedung Putih juga mengumumkan bahwa Trump telah menandatangani dua tindakan eksekutif sebelum konferensi pers, yang didasarkan pada hasil penyelidikan Pasal 232 Undang-Undang Perluasan Perdagangan.

Menurut ketentuan baru, produk semikonduktor yang diimpor ke Amerika Serikat namun tidak digunakan untuk infrastruktur kecerdasan buatan atau komputasi di dalam negeri AS akan dikenakan tarif sebesar 25%.

Trump :  “Tiongkok menginginkannya, negara-negara lain juga menginginkannya, dan pada dasarnya kami akan memperoleh 25% dari penjualan chip tersebut.”

Reporter :  “Selain itu, Presiden AS Donald Trump menandatangani undang-undang baru yang mengizinkan sekolah-sekolah yang berpartisipasi dalam Program Makan Siang Sekolah Nasional untuk menyediakan susu full cream dan susu rendah lemak 2%, sambil tetap mempertahankan pilihan susu skim dan rendah lemak. Undang-undang baru ini juga menetapkan bahwa jika siswa membawa bukti pembatasan diet dari orang tua, sekolah harus menyediakan alternatif non-susu.” (Hui)

Dilaporkan oleh reporter NTD Television Zhang Liang dan Yixin dari Washington, Amerika Serikat.

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine