Pemilu Uganda: Museveni Memenangkan Masa Jabatan ke-7, Pemimpin Oposisi Menyebut Ia Sedang Bersembunyi

EtIndonesia. Pemimpin partai oposisi Uganda sekaligus kandidat presiden, Bobi Wine, dilaporkan sempat dibawa pergi oleh militer dari kediamannya. Namun kemudian, Bobi Wine menulis di media sosial bahwa ia berhasil melarikan diri dari penggerebekan aparat militer dan polisi, kini ia sedang bersembunyi.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum Uganda pada Sabtu (17 Januari) menyatakan bahwa Presiden Yoweri Museveni yang berusia 81 tahun memenangkan masa jabatan ketujuh dengan perolehan 71,65% suara.

Pada 16 Januari, Bobi Wine mengatakan dirinya ditempatkan dalam tahanan rumah. Setelah itu, partainya, National Unity Platform (NUP), mengunggah pernyataan di platform X bahwa Bobi Wine telah “dipaksa dibawa pergi” dari rumahnya menggunakan helikopter militer.

Pada 17 Januari, Bobi Wine menulis di X: “Saya ingin mengkonfirmasi satu hal: saya telah berhasil melarikan diri dari mereka. Saat ini saya tidak berada di rumah, tetapi istri dan anggota keluarga lainnya masih berada dalam tahanan rumah. Saya tahu para penjahat ini sedang mencariku ke mana-mana, dan saya sedang berupaya memastikan keselamatan diri saya.”

Ia juga mengatakan bahwa, “Tadi malam keluarga kami mengalami saat yang sangat sulit… militer dan polisi menggerebek rumah kami, memutus aliran listrik, dan merusak sebagian kamera pengawas.”

Bobi Wine tidak mengungkapkan keberadaannya saat ini. Namun, orang-orang yang dekat dengannya menyebutkan bahwa ia masih berada di wilayah Uganda.

Pihak militer membantah klaim bahwa Bobi Wine dibawa pergi dari rumahnya. Juru bicara Kepolisian Uganda, Kituuma Rusoke, sebelumnya mengatakan dalam konferensi pers bahwa Bobi Wine masih berada di rumah dan “tidak ditangkap.”

Hasil penghitungan resmi menunjukkan bahwa Museveni mengalahkan penantangnya, Bobi Wine, dan meraih kemenangan ketujuh berturut-turut, memperpanjang masa kekuasaannya yang telah berlangsung 40 tahun. Bobi Wine memperoleh 24,72% suara.

Media asing sebelumnya melaporkan bahwa selama pemilu presiden Uganda, akses internet diblokir dan 10 orang tewas.

Wartawan AFP di ibu kota Kampala melihat pengerahan besar-besaran aparat kepolisian. Pasukan keamanan memaksa warga meninggalkan jalanan untuk mencegah terulangnya aksi protes seperti yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir di Kenya dan Tanzania. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine