Filosofi Hidup Seorang Penjual Bunga

EtIndonesia. Seorang penjual bunga pernah berkata kepada saya: “Hampir semua bunga putih memiliki aroma yang harum. Justru bunga-bunga yang warnanya paling mencolok sering kali kurang memiliki aroma harumnya.”

Kesimpulannya adalah: Manusia pun sama. Semakin sederhana dan bersahaja seseorang, semakin kuat pula keharuman batin yang dia miliki.

Seorang penjual bunga lain berkata: “Sebenarnya bunga sedap malam juga harum di siang hari, hanya saja jarang tercium.”

Kesimpulannya adalah: Karena di siang hari hati manusia terlalu gelisah dan sibuk, sehingga tidak mampu menangkap keharuman itu. Jika seseorang mampu menjaga ketenangan hatinya di siang hari, dia akan menyadari bahwa sedap malam, bunga osmanthus, dan bunga tujuh rupa tetap harum—bahkan di tengah terik siang hari.

Seorang penjual bunga kembali berkata: “Jika membeli bunga teratai di pagi hari, pilihlah yang sudah mekar.”

Kesimpulannya adalah: Pagi hari adalah waktu terbaik bagi teratai untuk mekar. Jika sebuah teratai tidak mekar di pagi hari, besar kemungkinan dia juga tidak akan mekar di siang atau malam hari. Begitu pula dengan manusia—jika seseorang tidak memiliki cita-cita dan semangat saat muda, akan jauh lebih sulit memilikinya di usia paruh baya atau tua.

Seorang penjual bunga berkata lagi: “Semakin mahal bunganya, semakin mudah pula dia layu.”

Kesimpulannya adalah: Itu seolah menjadi pesan bagi para pembeli: ‘Hargailah masa muda, karena masa muda adalah bunga paling berharga—dan juga yang paling mudah layu.’

Seorang penjual bunga juga berkata: “Setiap mawar pasti memiliki duri.”

Kesimpulannya adalah: Seperti halnya setiap manusia, selalu ada sisi kepribadian yang sulit kita terima. Yang perlu dipelajari bukan bagaimana menghilangkan duri itu, melainkan bagaimana agar kita tidak terluka olehnya—dan bagaimana agar duri kita sendiri tidak melukai orang-orang yang kita cintai.

Hikmah Cerita

Melihat kehidupan dari sudut pandang seorang penjual bunga, dengan kalimat-kalimat sederhana, ia mampu memadukan bunga dan kehidupan dengan begitu indah. Setiap ungkapan mengajak kita untuk merenung.

Terutama kalimat terakhir:  “Setiap mawar pasti memiliki duri.”

 Benar adanya—manusia sering melukai orang lain tanpa sadar, dan juga sering terluka oleh orang lain tanpa disengaja.

Dalam hubungan antarmanusia, kita memang perlu belajar bagaimana tidak mudah terluka oleh sesama, dan pada saat yang sama berusaha agar tidak melukai orang lain. (jhn/yn

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine