Trump : Setelah Khamenei Tewas, Ribuan Perwira Iran Menyerah kepada AS 

EtIndonesia. Koalisi AS–Israel terus melancarkan serangan udara ke Iran dan melakukan “serangan pemenggalan” terhadap Khamenei serta lebih dari 40 pejabat tinggi militer dan politik Iran. Pada 1 Maret, Presiden Trump merilis pidato video yang mengungkapkan bahwa ribuan perwira Iran telah menelepon Amerika Serikat untuk menyatakan menyerah.

Trump mengunggah video di platform Truth Social, mengumumkan bahwa militer AS telah menghancurkan ratusan target militer Iran, termasuk fasilitas Korps Garda Revolusi dan sistem pertahanan udara Iran. Dalam hitungan menit, militer AS menghancurkan sembilan kapal perang Iran beserta markas angkatan lautnya, sehingga seluruh sistem komando militer Iran dilaporkan telah runtuh.

Trump mengatakan,  “Pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei, telah tewas. Orang yang hina dan keji ini memiliki darah ratusan bahkan ribuan warga Amerika di tangannya, dan bertanggung jawab atas pembantaian tak terhitung jumlahnya terhadap orang-orang tak berdosa di banyak negara.”

Ia juga mengungkapkan bahwa banyak anggota militer Iran ingin menyerah demi menyelamatkan nyawa mereka. Mereka meminta pengampunan, dan jumlah panggilan untuk menyerah mencapai ribuan.

Trump kembali mendesak Korps Garda Revolusi Iran, militer Iran, dan kepolisian untuk meletakkan senjata dan menerima pengampunan penuh, jika tidak mereka akan menghadapi kematian yang tak terelakkan.

 “Itu akan menjadi kematian yang sudah ditentukan, dan pemandangannya tidak akan indah,” katanya.

Pada hari yang sama, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) memposting pernyataan di platform X, menyebutkan:  “Pada tahap awal ‘Operasi Murka Epik’, militer AS telah menghantam sebuah fregat kelas Jamaran milik Iran. Kapal tersebut kini sedang tenggelam di dermaga Chah Bahar, Teluk Oman.”

Pernyataan itu menambahkan:  “Seperti yang dikatakan Presiden (Trump), angkatan bersenjata Iran, Korps Garda Revolusi Islam, dan kepolisian ‘harus meletakkan senjata’ dan meninggalkan kapal.”

Pada hari itu juga, Trump mengatakan kepada media bahwa sebagian pejabat Iran yang sebelumnya terlibat dalam perundingan diplomatik kini telah tewas dalam operasi militer. Ia menyebutkan bahwa 48 pemimpin Iran telah dibunuh.

“Mereka sebenarnya bisa mencapai kesepakatan, tetapi sekarang semuanya sudah terlambat,” ujar Trump. Ia menambahkan bahwa pimpinan baru Iran ingin berbicara dengannya dan ia menyetujui dialog tersebut. “Mereka seharusnya melakukan ini lebih awal.”

Pengungkapan Trump tentang ribuan perwira militer Iran yang menyerah kepada AS memicu perbincangan hangat di dunia maya. 

Seorang pengguna X berkomentar:  “Ketika kabar kematian pemimpin mereka menyebar, jalan-jalan Iran dipenuhi orang-orang yang bersorak dan merayakan. Di satu sisi rakyat merayakan, di sisi lain para pejabat ingin menyerah. Perang siapa ini? … Dua minggu lalu mereka masih bisa berbuat sesuatu, tapi mereka melewatkan kesempatan itu. Sekarang ingin berbalik arah—apakah sudah terlambat?”

Pengguna lain bahkan menyindir pejabat Partai Komunis Tiongkok:  “Iran: Pejabat Tiongkok, perhatikan baik-baik—kami hanya mendemonstrasikannya sekali! Seharusnya sudah tahu harus berpihak ke mana!”

Ada juga  warganet yang berspekulasi tentang target berikutnya yang mungkin akan “dipenggal” oleh militer AS:  “Berikutnya, Xi Jinping.”

Media daring / Laporan gabungan oleh Luo Tingting / Editor Wen Hui)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine