Segelas Air Putih dan Sepiring Cabai

EtIndonesia. Seorang gadis dari selatan menikah dengan seorang pria bertubuh besar dari utara.

Si gadis terbiasa dengan makanan bercita rasa ringan dan tidak pedas.
Sementara sang suami tidak bisa makan tanpa cabai.

Karena perbedaan selera itu, si gadis sering pulang ke rumah orang tuanya untuk makan.

Suatu hari, ayahnya memasak dan tanpa sengaja membuat masakan agak terlalu asin. Ibunya tidak berkata apa-apa. Ia hanya mengambil segelas air putih, menjepit sedikit lauk dengan sumpit, mencelupkannya ke dalam air untuk mengurangi rasa asin, lalu baru memakannya.

Gerakan kecil itu sederhana, hampir tak terlihat.
Namun dari situ, sang gadis belajar sesuatu.

Keesokan harinya, ia memasak makanan kesukaan suaminya.
Tentu saja, semua masakan diberi cabai seperti yang disukai sang suami.

Hanya saja, di depan piringnya sendiri kini ada segelas air putih.

Ia makan dengan tenang, mencelupkan lauk pedas itu ke dalam air sebelum menyantapnya.

Sang suami melihatnya makan dengan lahap seperti itu.
Matanya perlahan berkaca-kaca.

Beberapa waktu kemudian, sang suami pun ingin memasak.
Anehnya, dalam masakannya tak ada cabai sama sekali.

Namun di depannya, tersedia sepiring kecil cabai tumbuk dengan bawang putih.
Ia mencelupkan lauknya ke dalam cabai itu sebelum memakannya, dan setiap suapan terasa begitu memuaskan.

Demi cinta, dan juga demi diri masing-masing,
yang satu setia pada segelas air putih,
yang satu setia pada sepiring cabai.

Dan dari situlah mereka belajar menjaga sesuatu yang lebih besar—
cinta yang panjang umur, mengalir tenang seperti air.


Renungan

Dalam cinta, bukan soal siapa yang harus selalu mengalah.
Yang ada adalah saling memahami dan saling menjaga.

Banyak orang berharap diperhatikan, dimengerti, dilayani.
Namun lupa bahwa perhatian juga perlu dibalas, dan pengertian perlu diberikan kembali.

Jika hanya ingin menerima tanpa memberi, hubungan itu tak akan bertahan lama.

Cinta sejati bukan tentang mengubah pasangan menjadi seperti diri kita.
Cinta adalah menemukan cara agar dua perbedaan bisa tetap berdampingan tanpa saling melukai.

Cinta adalah anugerah dari-Nya.
Namun berapa lama hadiah itu bisa bertahan, tergantung pada seberapa tulus dua orang menjaganya.

Cerita ini sederhana, tapi dalam sekali maknanya. (jhon)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine