Anggota Parlemen Korsel : Korut Ingin Bangun Hubungan Baru dengan AS, Jaga Jarak dari Iran

EtIndonesia. Pihak Korea Selatan pada 6 April menyatakan bahwa di tengah konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran, Korea Utara tampaknya sengaja menjaga jarak dari Iran dan dengan hati-hati mengendalikan informasi publik, dengan tujuan membuka peluang untuk memperbaiki hubungan dengan Amerika Serikat.

Menurut laporan Reuters, anggota parlemen Korea Selatan Park Sun-won  yang menghadiri pengarahan tertutup dari Badan Intelijen Nasional mengatakan bahwa dalam konflik ini, Korea Utara tidak memberikan bantuan militer kepada Iran, dan juga tidak menyampaikan belasungkawa setelah pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas.

Selain itu, ketika putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, disebut-sebut sebagai penerus pemimpin tertinggi Iran, pihak Pyongyang tidak mengirimkan ucapan selamat maupun pernyataan pengakuan apa pun.

Lebih lanjut, terkait serangan Amerika Serikat terhadap Iran, Korea Utara hanya mengeluarkan sangat sedikit pernyataan publik dan secara sengaja menghindari kritik terhadap Presiden AS Donald Trump.

Berbeda dengan Tiongkok dan Rusia yang sering mengeluarkan pernyataan mendukung Iran, Kementerian Luar Negeri Korea Utara sejauh ini hanya mengeluarkan dua pernyataan dengan nada yang relatif moderat.

Menurut anggota parlemen tersebut, Badan Intelijen Nasional Korea Selatan menilai bahwa sikap ini sejalan dengan kecenderungan Korea Utara belakangan ini yang menghindari kritik langsung terhadap Trump.

Laporan juga menyebutkan bahwa pada akhir Februari, dalam Kongres ke-9 Partai Buruh Korea, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tampaknya membuka ruang untuk dialog dengan Washington. Ia menyatakan bahwa jika Amerika Serikat mengakui status Korea Utara sebagai negara bersenjata nuklir dan menghentikan kebijakan permusuhan, maka kedua negara “sepenuhnya dapat hidup berdampingan secara harmonis”.

Anggota parlemen tersebut mengatakan bahwa badan intelijen Korea Selatan menilai pernyataan Kim Jong Un sebagai sinyal yang disengaja untuk membangun hubungan baik dengan Trump, serta untuk menciptakan ruang diplomatik baru bagi Pyongyang setelah konflik Iran berakhir.

Sebelumnya, ada analisis yang menyebut bahwa sejak awal tahun ini, berbagai tindakan Amerika Serikat—termasuk terhadap Iran—telah membuat kepemimpinan negara-negara otoriter seperti Tiongkok dan Korea Utara menjadi waspada, sehingga Korea Utara kini cenderung menghindari konfrontasi terbuka dengan Presiden Trump. (Hui)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine