Seruan untuk Berhenti di 15 Menit Terakhir! Kisah di Balik Perebutan Kekuasaan Diplomatik dalam 24 Jam Terakhir Perang AS-Iran

EtIndonesia. Situasi di Timur Tengah berbalik secara dramatis pada detik-detik terakhir! Tepat ketika Presiden Donald Trump mengeluarkan ultimatum “kehancuran peradaban” dan pesawat pengebom AS sudah berada di posisi serangan, sebuah diplomasi rahasia berlangsung secara mendesak di balik layar.

Dilaporkan bahwa pada saat-saat terakhir, pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, memutuskan untuk mengalah dan menyampaikan pesan kepada Amerika Serikat melalui Pakistan. Pada akhirnya, Presiden Trump memutuskan untuk menangguhkan aksi militer. Media Axios sebelumnya mengungkap secara eksklusif detail dibalik manuver diplomatik ini.

Menurut laporan terbaru Axios, saat Presiden Trump mengancam akan melancarkan serangan yang menghancurkan, upaya diplomasi lintas negara yang melibatkan Washington, Teheran, Budapest, dan Islamabad akhirnya berhasil tepat sebelum konflik meletus.

Tokoh kunci dalam negosiasi ini adalah Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang baru.

Sumber yang mengetahui situasi tersebut mengungkapkan bahwa karena menghadapi ancaman “serangan pemenggalan kepemimpinan” dari Israel, Khamenei selama proses negosiasi berada dalam kondisi sangat tersembunyi. Ia hanya dapat berkomunikasi dengan tim negosiasi melalui “catatan rahasia” yang dikirim oleh perantara khusus.

Catatan-catatan inilah yang menyampaikan pesan penting, di mana Khamenei secara pribadi memberi wewenang kepada tim negosiasi untuk bergerak menuju kesepakatan. Ini merupakan pertama kalinya sejak konflik pecah Teheran menunjukkan niat nyata untuk “mundur”.

Sumber lain menyebutkan bahwa pihak Partai Komunis Tiongkok, karena kebutuhan energi, juga mendorong Iran untuk mencari jalur kompromi yang lebih pragmatis.

Selanjutnya, Pakistan menjadi “utusan” terpenting. Mereka bolak-balik menyampaikan draf kesepakatan antara pihak AS dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, sementara menteri luar negeri Mesir dan Turki membantu menjembatani perbedaan.

Namun, unggahan Presiden Trump pada 7 April pagi yang menyatakan “peradaban akan segera hancur” sempat membuat Teheran meragukan apakah AS benar-benar ingin bernegosiasi. Bahkan orang-orang terdekat Trump pun tidak dapat memastikan niat sebenarnya. Hingga satu jam sebelum pengumuman gencatan senjata, banyak penasihat masih yakin Trump akan memerintahkan serangan.

Pada  7 April sore sekitar pukul 15.00, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, lebih dulu memohon kepada Trump melalui platform X untuk menunda serangan, serta mengusulkan gencatan senjata selama dua minggu.Televisi 

Trump kemudian berbicara dengan PerdanTelevisia Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan memperoleh komitmen gencatan senjata. Setelah itu, usai konfirmasi dengan Pakistan, Trump mengambil keputusan akhir.

Komando militer AS menerima perintah darurat hanya 15 menit sebelum waktu serangan yang dijadwalkan: menghentikan seluruh operasi pengeboman.

Meskipun demikian, ini hanya masa jeda selama dua minggu. Perdamaian jangka panjang masih bergantung pada apakah dalam 14 hari ke depan kedua pihak dapat mencapai kerangka perjanjian damai yang lebih konkret.

Laporan Terjemahan NTD Televisi 

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine