XChat Baru Diluncurkan Langsung Diblokir, Banyak Platform di Tiongkok Segera Membatasi Penyebaran

Pada 17 April, aplikasi chat XChat yang diluncurkan oleh platform X milik Elon Musk resmi tersedia di App Store Apple. Namun, aplikasi yang mengusung fitur enkripsi dan anonimitas ini dengan cepat menghadapi pembatasan di daratan Tiongkok. 

EtIndonesia. Sejumlah pengguna yang melakukan uji coba menemukan bahwa saat mencari kata kunci “XChat” atau “X聊天” di Douyin, hampir tidak ditemukan hasil. Entah muncul pesan “tidak ada hasil”, atau langsung tampil kode error “-30002”. Sementara itu, kata kunci seperti WeChat dan Telegram masih bisa dicari secara normal.

Seorang insinyur penguji platform bernama Li Zhihao mengatakan kepada Epoch Times bahwa kondisi ini bukan sekadar “tidak ditemukan”, melainkan permintaan pencarian telah langsung diblokir di sistem backend. Ini menunjukkan bahwa kata kunci tersebut sudah dimasukkan ke dalam sistem pengendalian risiko tingkat tinggi.

Ada juga pengguna yang melaporkan bahwa di linimasa (feed), sesekali masih bisa melihat sedikit konten terkait. Namun jika mencoba mencarinya lewat fitur pencarian, hasilnya sama sekali tidak muncul. Situasi “bisa terlihat tapi tidak bisa dicari” ini umumnya dianggap sebagai upaya sengaja untuk menekan penyebaran informasi.

Pembatasan ini tidak hanya terjadi di Douyin. Di platform seperti Xiaohongshu juga muncul laporan serupa, di mana hasil pencarian kata kunci terkait berkurang drastis dan menunjukkan keanehan.

Selain itu, perubahan di media daratan Tiongkok juga cukup jelas. Antara 11 hingga 13 April, beberapa media resmi seperti Xinhua Net dan The Paper sempat menyinggung rencana peluncuran XChat. Namun tak lama kemudian, laporan-laporan tersebut ditarik—beberapa tautan menjadi tidak aktif, sementara sebagian konten dihapus.

Aplikasi seperti XChat mengusung enkripsi end-to-end, dan pendaftarannya tidak selalu memerlukan nomor telepon, sehingga tingkat anonimitasnya lebih tinggi. Sebaliknya, platform utama di Tiongkok umumnya mewajibkan identitas asli atau pengikatan nomor telepon, serta harus mematuhi sistem sensor konten dan pengelolaan data.

Sebenarnya, situasi serupa juga pernah terjadi pada aplikasi seperti Telegram dan Signal, yang sejak lama sulit digunakan secara normal di Tiongkok daratan.

Sejumlah akademisi menilai bahwa kemunculan alat komunikasi terenkripsi seperti ini terus menantang sistem kontrol internet Tiongkok yang berbasis pada identitas asli dan pengendalian data.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine