Militer AS Bahas Sanksi untuk Sekutu Eropa, Spanyol Terancam Dikeluarkan dari NATO

Baru-baru ini, menurut laporan media, Pentagon secara internal sedang mengevaluasi kemungkinan menjatuhkan sanksi terhadap sekutu Eropa yang bersikap pasif dalam perang Iran. Bahkan muncul wacana untuk mencabut keanggotaan Spanyol dari NATO. Menanggapi hal ini, berbagai pihak menunjukkan sikap berbeda. Meski dalam aturan NATO tidak ada mekanisme pengusiran anggota, aliansi tersebut memang tengah menghadapi ujian yang belum pernah terjadi sebelumnya.

EtIndonesia. Pada Jumat (24 April), Kantor berita Reuters mengutip pejabat anonim yang menyebutkan bahwa email internal Departemen Pertahanan AS membahas cara menghukum negara sekutu yang tidak membantu militer AS dalam konflik Iran. Salah satu opsi yang dibahas adalah mengeluarkan Spanyol dari NATO, yang mencerminkan ketidakpuasan Washington terhadap sebagian sekutu yang menolak memberikan akses pangkalan militer dan izin melintas.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, mengatakan:  “Kami tidak bertindak berdasarkan email. Pekerjaan kami didasarkan pada dokumen resmi dan posisi resmi. Mengenai hal ini (pengusiran Spanyol dari NATO), sikap pemerintah AS adalah apa yang tercantum dalam dokumen resmi.”

Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, yang saat itu menghadiri KTT Uni Eropa di Siprus, menyerukan persatuan di antara negara-negara NATO. Ia menyatakan bahwa pilar Eropa dan pilar Amerika dalam NATO bersifat saling melengkapi.

Menteri Pertahanan AS, Hegseth, kembali mendesak sekutu Eropa agar tidak hanya berdiskusi, tetapi segera mengambil tindakan.

Ia mengatakan:  “Kami menyambut baik upaya serius Eropa untuk mengatasi masalah Selat Hormuz dan jalur pelayaran, karena hal ini berkaitan dengan kemampuan pasokan energi mereka. Saya pikir ini adalah peringatan bagi mereka, sekaligus bagi dunia.”

Pemerintahan Trump sebelumnya telah berulang kali menyatakan bahwa NATO tidak seharusnya menjadi “hubungan satu arah”, serta mengkritik sekutu yang tidak membantu membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Namun, pakar pertahanan Eropa Sven Biscop menyatakan bahwa aturan NATO tidak memuat ketentuan untuk mengeluarkan anggota, sehingga ia tidak yakin Amerika Serikat dapat benar-benar mengeluarkan negara mana pun.

Ia mengatakan:  “Prinsip inti NATO adalah keamanan yang tidak terpisahkan. Tidak ada anggota yang dapat dikeluarkan. Serangan terhadap satu anggota berarti serangan terhadap seluruh anggota.”

Laporan oleh Ren Hao, koresponden NTD di Washington DC.

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine