Pembantaian Geng di Honduras, 19 Orang Tewas di Perkebunan Sawit

EtIndonesia. Sebuah pembantaian terjadi pada 21 Mei di kawasan perkebunan kelapa sawit di Honduras utara dan menewaskan sedikitnya 19 orang. Insiden ini terjadi ketika pemerintah Honduras sedang mempersiapkan tindakan militer terhadap kejahatan geng. Saat ini, tingkat pembunuhan di Honduras mencapai 24 orang per 100.000 penduduk.

Peristiwa pembantaian terjadi di Rigores, wilayah Bajo Aguan, tempat kelompok-kelompok geng yang saling bermusuhan selama bertahun-tahun memperebutkan kendali atas perkebunan sawit dan jalur penyelundupan narkoba.

Seorang pemimpin kelompok masyarakat pedesaan setempat mengatakan melalui telepon kepada AFP bahwa para petani yang dibunuh di Lembah Aguan bekerja untuk sebuah geng bersenjata yang menguasai perkebunan sawit tersebut.

Peta Honduras

Rekaman yang ditayangkan media lokal menunjukkan sedikitnya sembilan jenazah berserakan di area perkebunan sawit yang luas. Juru bicara kejaksaan, Yuri Mora, mengatakan di televisi lokal bahwa dua tim penyidik menemukan 13 jenazah di satu lokasi dan 6 jenazah di lokasi lain, dan jumlah korban tewas kemungkinan masih akan bertambah. Penutup kepala, sepatu bot, dan pakaian kerja milik para korban tampak berserakan di tanah.

“Dari gambar di lokasi kejadian, situasinya seperti neraka. Beberapa orang jelas dibunuh menggunakan senjata berkekuatan besar, termasuk senapan laras panjang dan senapan buru,” ujar Menteri Keamanan Honduras, Gerzon Velasquez kepada wartawan. 

Velasquez mengatakan motif kejahatan masih belum jelas, tetapi lokasi kejadian “telah berada dalam konflik selama bertahun-tahun”. Kelompok geng bersenjata sering terlibat baku tembak untuk memperebutkan hak eksploitasi minyak sawit dan jalur penyelundupan narkoba.

Kepala Kepolisian Trujillo, Carlos Rojas, mengatakan kepada media lokal bahwa geng-geng menduduki lahan hutan primer, menebangi vegetasi secara ilegal untuk membuka lahan penanaman kelapa sawit Afrika sebagai tanaman komersial, lalu menggunakan hasilnya untuk membeli senjata.

Kongres Honduras baru saja menyetujui serangkaian reformasi untuk memerangi kekerasan kriminal. Kebijakan baru itu memberi wewenang kepada militer untuk ikut menjalankan tugas keamanan publik dan membentuk satuan tugas baru guna memerangi kejahatan terorganisasi. Pemerintah juga mempertimbangkan untuk menetapkan geng dan kartel narkoba sebagai organisasi teroris.

Presiden konservatif Honduras yang baru, Nasry Asfura, berjanji akan bekerja sama dengan Presiden AS Donald Trump dalam memerangi kejahatan terorganisasi di Amerika Latin.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine