Tikus Raksasa Ditemukan di Tiongkok, Menimbulkan Ancaman Serius

EtIndonesia.com Baru-baru ini, di Kota Yangzhou, Provinsi Jiangsu, Tiongkok, ditemukan seekor hewan berwarna abu-abu kecoklatan yang dijuluki masyarakat sebagai “tikus raksasa”. Setelah diidentifikasi oleh otoritas lingkungan setempat, hewan tersebut dipastikan sebagai nutria atau coypu (Myocastor coypus), spesies invasif yang berasal dari luar negeri. Hewan ini kini semakin sering ditemukan di berbagai daerah dan dianggap sebagai “perusak ekologi” karena dapat menimbulkan ancaman serius terhadap lingkungan.

Menurut laporan Yangzhou Evening News, perangkat pemantauan satwa liar yang dipasang di kawasan Danau Shaobo, Distrik Jiangdu, beberapa kali merekam kemunculan hewan itu.

Rekaman menunjukkan bahwa hewan ini memiliki bulu coklat tua, tubuh pendek dan kekar, dengan ukuran mendekati kucing rumah. Posisi matanya berada agak di bagian atas kepala, sementara ekornya panjang, tebal, dan bulat. Kaki belakangnya memiliki selaput sehingga sangat mahir berenang. Hewan ini sering mencari makan di lahan basah, semak-semak, dan pematang sawah.

Pihak lingkungan hidup setempat menjelaskan bahwa hewan tersebut sebenarnya adalah nutria (coypu), yang berasal dari Amerika Selatan dan tergolong spesies invasif. Pada abad lalu, hewan ini pernah didatangkan ke Tiongkok untuk dibudidayakan sebagai penghasil bulu. Namun, akibat pelarian dari peternakan dan pelepasan liar oleh manusia, populasi liar kini telah terbentuk di alam.

Ancaman terhadap pertanian dan lingkungan

Hewan ini menimbulkan berbagai ancaman terhadap sektor pertanian, keamanan infrastruktur air, dan keseimbangan ekosistem.

Nutria memakan akar, batang, dan daun berbagai tanaman. Hewan ini sangat menyukai bibit padi, kentang, serta tanaman air seperti akar teratai, jiaobai (rebung air), dan cigu (sejenis umbi air). Akibatnya, hasil panen dapat menurun drastis.

Selain itu, nutria juga menggerogoti batang utama pohon buah hingga ketinggian sekitar satu meter dari tanah. Kerusakan tersebut dapat menyebabkan banyak pohon buah mati secara massal dan merusak kawasan perkebunan ekonomi.

Merusak Tanggul dan Meningkatkan Risiko Banjir

Spesies ini juga terkenal pandai menggali liang. Diameter liang yang dibuat dapat mencapai 30–50 sentimeter dengan kedalaman 1–2 meter.

Liang-liang tersebut dapat merusak tanggul sungai dan danau, dermaga, serta jalan di sepanjang aliran sungai. Kondisi ini dapat menyebabkan kebocoran tanggul, rembesan air, bahkan jebolnya bendungan atau tanggul, sehingga menimbulkan ancaman serius terhadap sistem pengendalian banjir, terutama saat musim hujan.

Berpotensi menyebarkan penyakit

Selain merusak lingkungan, nutria juga dapat membawa berbagai bakteri patogen, termasuk Salmonella dan Escherichia coli (E. coli). Melalui kotorannya, bakteri tersebut dapat mencemari sumber air dan membahayakan kesehatan manusia maupun hewan ternak.

Berkembang biak sangat cepat

Nutria dewasa umumnya memiliki panjang tubuh sekitar 50 centimeter dengan berat antara 5 hingga 10 kilogram, bahkan lebih besar dan lebih gemuk daripada kelinci.

Kemampuan reproduksinya juga sangat tinggi. Dalam kondisi normal, seekor betina dapat melahirkan 2–3 kali per tahun, dan pada masa puncak reproduksi dapat mencapai 5 kali dalam dua tahun. Setiap kelahiran menghasilkan sekitar 5–8 anak, bahkan bisa mencapai 14 anak dalam satu kali kelahiran. Anak nutria sudah mencapai kematangan seksual pada usia sekitar tiga bulan.

Ditambah minimnya predator alami di alam liar, populasi nutria sangat mudah berkembang tidak terkendali.

Sudah muncul di berbagai wilayah Tiongkok

Perlu dicatat bahwa nutria tidak hanya ditemukan di Yangzhou. Menurut laporan sebelumnya, populasi hewan ini juga telah banyak ditemukan di perbatasan Distrik Jinshan, Shanghai, dan Kota Pinghu, Provinsi Zhejiang.

Namun hingga saat ini, baik pemerintah maupun masyarakat setempat masih belum memiliki langkah pengendalian yang benar-benar efektif untuk mencegah penyebaran spesies invasif itu.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine