Hujan Lebat di Chili Tewaskan 13 Orang, Hancurkan 2.800 Rumah, Lebih dari 60.000 Warga Terisolasi

EtIndonesia.com Badai yang jarang terjadi melanda wilayah selatan Chili pada 15 Juli. Hingga 21 Juli, bencana tersebut telah menyebabkan sedikitnya 13 orang meninggal dunia, menghancurkan sekitar 2.800 rumah, dan membuat lebih dari 60.000 orang terisolasi akibat jalan-jalan yang rusak diterjang banjir dan longsor. Pemerintah telah menetapkan wilayah terdampak dalam status keadaan darurat sejak 20 Juli.

Menurut laporan Agence France-Presse (AFP), badai ini menerjang wilayah Coquimbo dan Atacama, yang biasanya dikenal sebagai daerah beriklim kering.

Kepala Layanan Nasional Penanggulangan Bencana Chili (Senapred), Alicia Cebrián, mengatakan kepada wartawan: “Hingga saat ini, tercatat 13 orang meninggal dunia dan 7 orang masih dinyatakan hilang.”

Pemerintah Chili menyatakan bahwa hujan deras telah menghancurkan sekitar 2.800 rumah. Selain itu, meluapnya sungai menyebabkan banyak jalan tertutup air dan lumpur, sehingga sejumlah kota dan permukiman terputus dari dunia luar.

Menteri Dalam Negeri Chili, Claudio Alvarado, mengatakan bahwa curah hujan diperkirakan akan mulai berkurang. Namun, ia mengingatkan bahwa risiko bencana masih tetap tinggi karena permukaan air di sungai dan kawasan lembah masih berada pada tingkat yang berbahaya.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine