Pemilu Rusia di Masa Perang Berakhir, Moskow Digempur Serangan Drone Terbesar dalam Sejarah

EtIndonesia.com  Pada 20 September, hari terakhir pemilu Duma Negara Rusia yang pertama kali digelar dalam masa perang, Moskow mengalami serangan drone terbesar dalam sejarah. Setidaknya tiga orang tewas dan sebuah kilang minyak penting terbakar.

Wali Kota Moskow pada 20 September mengklaim bahwa sejak 19 September, Rusia telah menembak jatuh lebih dari 1.600 drone Ukraina, termasuk sekitar 450 drone yang menuju Moskow. Beberapa drone menyerang sebuah kilang minyak, sementara satu drone lainnya menghantam sebuah gedung apartemen. Pihak berwenang menyatakan bahwa serangan tersebut telah menyebabkan tiga orang tewas.

Pada hari yang sama, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi melalui media sosial X bahwa pada malam 19 September, Ukraina melancarkan serangan jarak jauh terhadap Moskow. Ia sekaligus menyerukan agar Moskow mengakhiri perang tersebut.

Dalam unggahannya, Zelensky mengatakan: “Serangan jarak jauh kami memberikan dampak yang sangat besar di wilayah Moskow. Sebuah fasilitas penting industri minyak Rusia serta fasilitas logistik turut menjadi sasaran. Fasilitas-fasilitas yang menopang mesin perang ini bernilai miliaran dolar.”

Serangan tersebut terjadi ketika pemilu Rusia memasuki hari ketiga sekaligus hari terakhir. Sejumlah tempat pemungutan suara di Moskow sempat dipadati antrean panjang. Para pejabat pemilu mengatakan sistem pemungutan suara daring di Moskow mengalami serangan siber, tetapi situasinya telah berhasil dikendalikan.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menggambarkan pemilu ini sebagai ujian untuk mengukur tingkat dukungan pemilih terhadap perang di Ukraina. Namun, menurut para pengkritik, pemilu tersebut tidak akan mengubah kondisi politik saat ini. Partai yang berkuasa, Rusia Bersatu (United Russia), diperkirakan akan tetap mempertahankan posisi dominannya.

Perang Rusia-Ukraina yang pecah pada 2022 kini telah memasuki tahun kelima dan sejauh ini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir dalam waktu dekat.

Reporter NTD, Zhao Fenghua, melaporkan.

INSPIRASI ERABARU

Nasib Dinasti Berutang Kesuksesannya pada Penghormatan Kaisar dan Persembahan Kurban kepada Langit

Di Tiongkok kuno, ritual persembahan kurban bukan sekadar upacara seremonial. Ritual tersebut berlandaskan sebuah prinsip yang dipetik Dinasti Zhou dari keruntuhan dua dinasti sebelumnya:...

Memahami Bersyukur: Menemukan Kembali Keindahan Hidup yang Penuh Apresiasi

Oleh Shoba Rajamani Di dunia yang semakin terhubung secara digital dan terus mendorong kita untuk meraih lebih banyak prestasi, memperoleh lebih banyak penghasilan, serta menjadi...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine