Houthi Terancam Dikepung? Eritrea Mendadak Jadi Kunci Strategis di Seberang Yaman

EtIndonesia.com Ketegangan di kawasan Laut Merah kembali meningkat pada pertengahan September 2026. Di tengah eskalasi konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman, perhatian kini juga tertuju pada Eritrea, sebuah negara kecil di Tanduk Afrika yang memiliki posisi geografis sangat strategis di sepanjang pesisir barat Laut Merah.

Sebuah naskah yang beredar mengklaim bahwa Amerika Serikat, Israel, dan Uni Emirat Arab tengah meningkatkan perhatian terhadap Eritrea, bahkan disebut-sebut mempertimbangkan dukungan terhadap kelompok oposisi yang menentang pemerintahan Presiden Isaias Afwerki.

Namun, hingga 23 September 2026, klaim mengenai adanya rencana bersama ketiga negara untuk mengganti pemerintahan Eritrea atau mendorong perang saudara belum memperoleh konfirmasi yang memadai dari sumber independen yang kredibel. Karena itu, informasi tersebut harus diperlakukan sebagai klaim yang belum terverifikasi.

Yang telah dikonfirmasi adalah perubahan penting dalam kebijakan Washington terhadap Asmara.

Pada 18 September 2026, pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan tidak memperpanjang sejumlah sanksi yang sebelumnya diberlakukan terhadap Eritrea. Keputusan itu menjadi perhatian karena Washington secara terbuka mengaitkannya dengan kepentingan regional Amerika Serikat.

Sanksi tersebut sebelumnya diberlakukan pada 2021 terhadap sejumlah entitas dan pejabat Eritrea dalam konteks konflik Tigray di Ethiopia.

Perubahan kebijakan Amerika terjadi ketika posisi Eritrea menjadi semakin penting akibat meningkatnya ketegangan di Laut Merah.

Secara geografis, Eritrea mempunyai garis pantai yang panjang menghadap Laut Merah. Negara tersebut terletak berhadapan dengan Semenanjung Arab, sementara lebih jauh ke tenggara terdapat Yaman dan Selat Bab al-Mandeb—salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.

Inilah yang membuat Eritrea memiliki nilai geopolitik jauh lebih besar dibandingkan ukuran ekonominya.

Bab al-Mandeb menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia. Kapal yang bergerak antara Asia dan Eropa melalui Terusan Suez pada umumnya harus melewati kawasan tersebut.

Situasinya menjadi semakin sensitif setelah pasukan Houthi memperluas pengaruhnya di pesisir barat Yaman. Dalam beberapa pekan terakhir, pertempuran di Yaman kembali meningkat dan menambah kekhawatiran mengenai keamanan pelayaran serta infrastruktur energi regional.

Karena itu, perubahan hubungan Washington dengan Eritrea tidak dapat dilepaskan dari perubahan keseimbangan kekuatan di sekitar Laut Merah.

Bagi Amerika Serikat dan negara-negara mitranya, keberadaan akses atau kerja sama dengan negara di pesisir barat Laut Merah dapat memberikan keuntungan strategis. Secara geografis, posisi seperti itu memungkinkan pemantauan terhadap jalur laut dan perkembangan keamanan di sisi Afrika maupun Semenanjung Arab.

Akan tetapi, posisi strategis Eritrea tidak dengan sendirinya membuktikan adanya rencana untuk menggulingkan pemerintahan negara tersebut. Sampai terdapat bukti yang dapat diverifikasi, kedua persoalan itu perlu dibedakan secara tegas.

Eskalasi Besar pada 19 September

Sementara perhatian tertuju pada Eritrea, situasi di sisi lain Laut Merah justru berkembang semakin panas.

Pada Sabtu, 19 September 2026, kelompok Houthi melancarkan serangan menggunakan rudal dan drone terhadap Arab Saudi.

Salah satu sasaran utamanya adalah Riyadh.

Koalisi pimpinan Arab Saudi secara resmi menyatakan bahwa pada dini hari 19 September, sistem pertahanan udara kerajaan berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik Houthi yang diarahkan menuju ibu kota Saudi.

Houthi juga melakukan upaya serangan terhadap sejumlah wilayah lain, termasuk Taif, Yanbu, Baish dan Farasan.

Pihak Houthi kemudian mengklaim telah menjalankan dua operasi besar. Operasi pertama diklaim menyasar sejumlah lokasi sensitif di Riyadh, sedangkan operasi kedua diarahkan terhadap fasilitas perusahaan minyak Saudi Aramco di Yanbu.

Houthi mengklaim menggunakan kombinasi rudal balistik, rudal jelajah dan pesawat nirawak dalam serangan tersebut.

Di sekitar Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh, rekaman yang diverifikasi Reuters memperlihatkan asap hitam tebal membubung di kawasan sekitar bandara. Namun, rincian mengenai penyebab kebakaran dan tingkat kerusakan tidak langsung dapat dipastikan.

Serangan tersebut menunjukkan bahwa konflik Yaman sekali lagi memiliki kemampuan untuk meluas jauh melampaui perbatasan negara itu.

Pada saat yang sama, Houthi menuduh Arab Saudi melakukan serangan terhadap wilayah yang mereka kuasai di Yaman, termasuk Sana’a.

Misteri Operasi di Sana’a

Di tengah situasi tersebut muncul pula klaim mengenai sebuah operasi rahasia Arab Saudi di Sana’a.

Menurut naskah sumber, pada sekitar 19 September 2026, pasukan khusus disebut menjalankan operasi presisi di ibu kota Yaman yang dikuasai Houthi.

Operasi itu digambarkan melibatkan penggunaan drone, bahan peledak serta pasukan lintas udara. Naskah tersebut bahkan mengklaim dua tokoh senior Houthi bernama Ali al-Houthi dan Ali al-Saqim ditangkap di kediaman masing-masing sebelum dibawa ke Arab Saudi.

Namun, klaim tersebut perlu diperlakukan dengan sangat hati-hati.

Hingga 23 September 2026, belum ditemukan konfirmasi kuat dari pemerintah Arab Saudi ataupun laporan independen utama yang dapat memastikan bahwa operasi penangkapan tersebut benar-benar berlangsung sebagaimana digambarkan.

Hal ini penting karena identitas tokoh Houthi juga berpotensi menimbulkan kebingungan. Salah satu figur Houthi yang dikenal luas adalah Mohammed Ali al-Houthi, anggota senior gerakan tersebut. Karena itu, nama, jabatan dan identitas orang yang disebut dalam laporan harus diverifikasi sebelum dapat dinyatakan sebagai fakta.

Meski operasi rahasia itu belum dapat dipastikan, pertempuran dan serangan lintas batas pada 19 September memang nyata.

Arab Saudi secara resmi mengonfirmasi pencegatan rudal yang menuju Riyadh dan serangkaian ancaman terhadap wilayah lain. Houthi, di sisi lain, secara terbuka mengaku melakukan operasi terhadap Saudi.

Dengan demikian, perkembangan paling penting bukan hanya soal siapa menyerang siapa, melainkan perubahan besar pada peta strategis Laut Merah.

Eritrea Kini Semakin Penting

Eritrea berada tepat di salah satu sisi kawasan strategis tersebut. Di seberangnya terdapat Semenanjung Arab, sementara jalur menuju Bab al-Mandeb berada di sebelah tenggara.

Apabila ketegangan terus meningkat, negara-negara pesisir Laut Merah akan semakin penting bagi operasi militer, intelijen, pengawasan maritim dan perlindungan jalur perdagangan.

Keputusan Amerika Serikat pada September 2026 untuk mengubah kebijakan sanksinya terhadap Eritrea karena pertimbangan kepentingan regional memperlihatkan bahwa Washington sendiri melihat kawasan tersebut melalui perhitungan strategis yang lebih luas.

Namun, masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa perubahan hubungan itu merupakan bagian dari rencana pergantian pemerintahan Eritrea.

Yang jelas, September 2026 telah memperlihatkan perubahan cepat di kawasan Laut Merah. Houthi meningkatkan tekanan terhadap Arab Saudi, Riyadh menghadapi kembali ancaman rudal, sementara Eritrea—yang selama bertahun-tahun relatif jarang menjadi pusat perhatian dunia—mendadak mendapatkan nilai strategis baru.

Jika konflik terus berkembang, Laut Merah bukan lagi sekadar jalur perdagangan internasional.

Kawasan ini dapat berubah menjadi salah satu arena terpenting dalam perebutan pengaruh antara kekuatan regional dan global—dengan Eritrea di pesisir Afrika dan Yaman di Semenanjung Arab berada tepat di tengah pusaran tersebut. (***)

INSPIRASI ERABARU

Perlambat Makan, Nikmati Hidangan Anda Sebaik-baiknya

Shoba Rajamani Anda sibuk, terlalu banyak bekerja, dan mengalami stres. Terkadang Anda bahkan hampir tidak menyadari apa yang sedang Anda makan—atau siapa yang duduk di...

Bayangan Kelinci di Bulan: Legenda Kuno yang Mendunia

 Chen Jing Ketika orang Jepang memandang bulan, mereka sering membayangkan seekor kelinci. Menjelang Festival Pertengahan Musim Gugur, gambaran bulan, kelinci, dan pohon mokusei (pohon osmanthus)...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine