29 Detik Paling Mengerikan! Kapten Ditikam di Kokpit Flydubai, Pesawat Menuju Israel Nyaris Jatuh

EtIndonesia.com Sebuah penerbangan komersial dari Dubai menuju Tel Aviv berubah menjadi drama hidup dan mati pada Rabu, 30 September 2026, ketika terjadi serangan di dalam kokpit pesawat Flydubai yang membawa 174 penumpang.

Pesawat Boeing 737 MAX 8 dengan nomor penerbangan FZ1073 itu sedang terbang dari Dubai, Uni Emirat Arab, menuju Tel Aviv, Israel. Penerbangan awalnya berlangsung normal. Namun sekitar dua setengah jam setelah lepas landas, situasi berubah drastis ketika terjadi kekerasan di dalam kokpit.

Menurut keterangan pejabat Israel dan laporan sejumlah media internasional, kopilot yang disebut sebagai warga negara Oman menyerang kapten pesawat, Smit Machchhar, seorang pilot berkewarganegaraan India.

Machchhar mengalami luka serius akibat serangan tersebut. Namun dalam kondisi terluka dan berdarah, ia masih mampu melakukan perlawanan dan akhirnya membuka akses pintu kokpit. Tindakan itulah yang memungkinkan awak kabin dan sejumlah penumpang masuk untuk membantu melumpuhkan kopilot.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian menyebut tindakan Machchhar sebagai keberanian luar biasa. Menurut Netanyahu, sang kapten tetap melawan meskipun terluka parah dan tindakannya membantu menyelamatkan seluruh orang di dalam pesawat.

Pesawat Terjun Lebih dari 14.000 Kaki

Bagian paling mengerikan dari insiden tersebut terjadi ketika pesawat tiba-tiba kehilangan ketinggian dengan sangat cepat.

Data pelacakan penerbangan menunjukkan bahwa FZ1073 kehilangan sekitar 14.125 kaki hanya dalam waktu 29 detik, dari sekitar 30.875 kaki menjadi sekitar 16.750 kaki.

Pesawat juga sempat mengirimkan kode darurat 7700, sebelum kemudian memancarkan kode transponder 7500, kode internasional yang digunakan untuk menandakan adanya gangguan melawan hukum atau dugaan pembajakan pesawat.

Gerakan ekstrem tersebut membuat situasi di kabin berubah menjadi kepanikan.

Menurut kesaksian penumpang, teriakan terdengar dari arah kokpit. Pesawat berguncang dan menukik tajam, membuat sebagian penumpang mengira mereka akan jatuh.

Israel kemudian menerbangkan pesawat tempur setelah menerima peringatan mengenai kemungkinan pembajakan. Namun di dalam pesawat, perjuangan untuk menyelamatkan penerbangan itu sudah berlangsung.

Penumpang Menerobos Kokpit

Salah seorang penumpang yang kemudian mendapat perhatian luas adalah Yaniv Hayoun.

Ketika menyadari sesuatu yang sangat serius sedang terjadi, Hayoun bersama beberapa orang lainnya menerobos masuk ke kokpit. Mereka menemukan kapten dalam kondisi terluka, sementara kopilot masih berada di sekitar kendali pesawat.

Dalam kekacauan tersebut, Hayoun ikut melawan dan membantu melumpuhkan penyerang.

Yang lebih mengejutkan, ketika pesawat berada dalam kondisi menukik, Hayoun mengatakan bahwa ia sempat menarik kendali pesawat ke arah yang menurutnya benar berdasarkan apa yang pernah ia lihat dalam program televisi.

Tidak lama kemudian, awak yang memiliki kualifikasi penerbangan mengambil alih kendali pesawat.

Keberanian para penumpang dan awak tersebut menjadi salah satu faktor penting yang mencegah situasi berkembang menjadi bencana.

Flydubai kemudian mengonfirmasi bahwa pesawat berhasil diamankan oleh awak yang berada dalam penerbangan dan dialihkan menuju Bandara Tabuk di Arab Saudi.

Pesawat akhirnya mendarat dengan selamat.

Dua Pilot Cadangan Mengambil Alih Pesawat

Di dalam penerbangan tersebut memang terdapat pilot Flydubai lain yang sedang tidak bertugas dan duduk sebagai penumpang. Setelah penyerang berhasil dilumpuhkan, pilot-pilot cadangan tersebut membantu mengambil alih penerbangan dan membawa pesawat menuju pendaratan darurat di Tabuk.

Namun ada satu detail yang perlu diluruskan.

Laporan awal yang beredar menyebut dua pilot tersebut masing-masing berkewarganegaraan Rusia dan Ukraina. Informasi itu kemudian dibantah oleh Konsulat Jenderal Rusia di Dubai, yang mengatakan berdasarkan informasi dari maskapai bahwa tidak ada warga Rusia dalam penerbangan tersebut.

Karena itu, kisah mengenai “pilot Rusia dan Ukraina yang bekerja sama menyelamatkan pesawat” belum dapat dianggap sebagai fakta yang terverifikasi.

Dokter Gigi Menjadi Penolong Darurat

Di tengah kekacauan itu muncul pula sosok lain yang memainkan peran penting.

Ia adalah Dr. Shota Musayev, seorang dokter gigi Israel yang berada di dalam pesawat.

Musayev mengatakan bahwa begitu mendengar teriakan, ia segera berlari menuju kokpit. Ketika tiba di sana, ia melihat Kapten Machchhar dalam kondisi sangat buruk dengan pendarahan hebat, terutama di bagian kepala.

Musayev merupakan tenaga medis yang tersedia di dalam pesawat. Setelah situasi mulai dapat dikendalikan, ia berusaha menghentikan pendarahan dan menstabilkan kondisi sang kapten.

Menurut Musayev, sepanjang proses tersebut Machchhar masih sadar dan terus berdoa.

Kapten Machchhar kemudian dibawa ke rumah sakit setelah pesawat mendarat di Arab Saudi. Kedutaan Besar India di Arab Saudi menyatakan kondisinya stabil.

Siapa Kapten Smit Machchhar?

Machchhar diketahui merupakan pilot India yang sangat berpengalaman.

Sebelum bergabung dengan Flydubai pada 2022, ia bekerja selama sekitar 11 tahun untuk SpiceJet. Berdasarkan profil profesionalnya yang dikutip media India, Machchhar memiliki sekitar 9.750 jam pengalaman menerbangkan Boeing 737, termasuk Boeing 737-800 serta keluarga 737 MAX.

Pengalaman panjang tersebut kemungkinan menjadi salah satu faktor yang membantunya bertindak dalam situasi ekstrem pada 30 September.

Netanyahu kemudian secara terbuka memberikan penghormatan kepada Machchhar dan mengatakan bahwa tindakannya telah membantu menyelamatkan 174 orang.

Perhatian juga diberikan kepada Yaniv Hayoun. Rekaman yang dirilis kantor Netanyahu memperlihatkan perdana menteri Israel bertemu dan memeluk Hayoun setelah para penumpang akhirnya tiba di Israel.

Netanyahu menggambarkannya sebagai seorang pahlawan dan mengatakan bahwa ketika melihat Hayoun, ia melihat keberanian seperti seekor singa.

Apakah Ini Serangan Terorisme?

Inilah pertanyaan terbesar yang sampai sekarang belum sepenuhnya terjawab.

Israel sedang menyelidiki kemungkinan bahwa serangan tersebut merupakan percobaan aksi teror. Kopilot dilaporkan merupakan warga Oman dan ditahan oleh otoritas Arab Saudi setelah pesawat mendarat.

Kementerian Luar Negeri Israel bahkan menggambarkan insiden tersebut sebagai serangan yang bukan hanya ditujukan terhadap warga Israel, tetapi juga hubungan Israel-Uni Emirat Arab yang terbentuk melalui Abraham Accords.

Namun perlu ditekankan bahwa motif sebenarnya belum dipastikan secara independen.

Flydubai sendiri mengonfirmasi adanya insiden serius dalam penerbangan, tetapi meminta publik tidak berspekulasi mengenai penyebab dan motifnya sebelum penyelidikan selesai. Belum ada bukti publik yang memastikan bahwa Iran, organisasi tertentu, ataupun pemerintah asing berada di balik tindakan kopilot tersebut.

Karena itu, berbagai dugaan mengenai keterlibatan Iran atau skenario serangan terorganisasi masih harus diperlakukan sebagai spekulasi sampai ditemukan bukti.

Tragedi Besar yang Berhasil Dihindari

Pada akhirnya, seluruh 174 penumpang dilaporkan selamat, termasuk 27 anak-anak. Mereka kemudian diterbangkan menuju Israel menggunakan pesawat pengganti dan tiba di Bandara Ben Gurion pada malam 30 September 2026.

Apa yang terjadi di dalam FZ1073 menunjukkan betapa cepat penerbangan komersial yang normal dapat berubah menjadi situasi hidup dan mati.

Seorang kapten terluka parah tetapi masih mampu membuka jalan bagi pertolongan. Para penumpang menerobos kokpit dan melawan penyerang. Seorang dokter gigi berubah menjadi tenaga medis darurat. Pilot yang sedang tidak bertugas mengambil alih kendali, sementara pesawat yang beberapa saat sebelumnya kehilangan lebih dari 14.000 kaki ketinggian akhirnya dapat mendarat dengan selamat.

Banyak pertanyaan masih belum terjawab, terutama mengenai motif kopilot, bagaimana serangan dapat terjadi di dalam kokpit, dan apakah tindakan tersebut direncanakan sebelumnya.

Penyelidikan di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Israel diharapkan dapat memberikan jawaban lebih jelas.

Namun satu hal sudah diketahui: pada 30 September 2026, Flydubai FZ1073 berada sangat dekat dengan sebuah bencana besar. Hanya dalam hitungan detik, keberanian kapten, awak, dan sejumlah penumpang menjadi pembatas antara sebuah pendaratan darurat yang selamat dan tragedi penerbangan yang mungkin akan dikenang dunia selama bertahun-tahun. (***)

INSPIRASI ERABARU

Terlalu Banyak Kegiatan Bisa Membebani Anak, Saatnya Menata Ulang Jadwal Mereka

Jadwal yang penuh tidak selalu berarti masa kanak-kanak yang penuh pengalaman jika hal itu justru menyisakan sedikit waktu untuk kehidupan keluarga yang paling berartiAnnie...

Jangan Terjebak Lautan Nasihat Parenting, Percayalah pada Naluri Anda

Setiap orang, bahkan bibi mereka di Instagram, punya pendapat tentang cara membesarkan anak. Namun, tidak ada yang mengenal anak Anda seperti Anda sendiriWalker LarsonSi...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine