Gelar Aksi Protes Kunjungan Xi Jinping ke AS, Diduga Diracun! Aktivis Anti Komunis Jie Lijian Ditemukan Tak Sadarkan Diri Hingga Dilarikan ke Rumah Sakit

Ketua Aliansi Internasional Partai Demokratik Tiongkok, Jie Lijian, mengorganisasi aksi protes selama kunjungan Xi Jinping ke Amerika Serikat. Setelah Xi Jinping kembali ke Tiongkok, Jie Lijian sempat tidak dapat dihubungi. 

Pada 29 September, teman-temannya menemukan Jie Lijian di tempat tinggalnya di New York dalam keadaan sudah tidak sadarkan diri dan membawanya ke rumah sakit. Saat ini, kondisi Jie Lijian telah keluar dari bahaya. Ia mengatakan bahwa sebelum mengalami kejadian tersebut, ia sempat menghadiri makan bersama dan menduga dirinya telah dijebak serta diracun.

EtIndonesia.com Pada 23–25 September, selama kunjungan pemimpin PKT Xi Jinping ke AS, Jie Lijian mengorganisasi sejumlah kelompok anti komunis untuk mengadakan aksi protes di Washington. Pada 26 September, ia kembali ke New York dan makan bersama beberapa orang yang dikenalnya selama kegiatan tersebut di sebuah restoran Tionghoa.

“Di DC saya berkenalan dengan beberapa orang yang secara pribadi cukup saya hargai. Mereka cukup aktif, mampu merencanakan dan mengorganisasi berbagai kegiatan, dan memiliki sejumlah kelebihan. Kebetulan saat itu mereka juga berada di New York dan ada sebuah pertemuan, jadi kami bisa berbicara mengenai perkembangan selanjutnya,” katanya. 

Jie Lijian mengenang bahwa selama makan, seseorang terus-menerus mengajaknya bersulang. Ia beberapa kali meninggalkan meja untuk pergi ke kamar kecil. Ketika kembali, ia mendapati bahwa dua dari empat orang yang duduk semeja dengannya sudah pergi. Setelah makan malam, orang-orang tersebut bahkan membantu membungkus makanan untuk dibawanya pulang. Keesokan harinya, ia mulai merasa tidak enak badan.

“Saya diare, kemudian jantung saya berdetak sangat cepat. Kulit saya muncul benjolan-benjolan satu per satu. Ketika tidur saya muntah, sehingga saya hanya bisa duduk. Seluruh tubuh saya tidak bertenaga dan pikiran saya juga tidak bisa berkonsentrasi. Saya terus ingin memejamkan mata. Dada saya sangat sakit, perut sangat sakit, lambung juga sangat sakit, dan tubuh saya terus berkeringat,” jelasnya. 

Kemudian ia mulai batuk dan kesulitan bernapas. Ia beberapa kali pingsan karena rasa sakit. Setelah sadar, ia mendapati bantal, pakaian, dan selimutnya semuanya basah kuyup oleh keringat. Ketika seseorang meneleponnya, ia bahkan tidak memiliki tenaga untuk mengangkat telepon.

Jie Lijian: “Saya muntah banyak darah. Dokter mengatakan ada virus yang masuk ke tubuh saya dan memberi saya serum, termasuk beberapa suntikan untuk saluran pencernaan dan lambung. Demam saya juga sangat tinggi, hampir mencapai 40 derajat Celsius. Dokter juga memberi saya banyak obat dan beberapa suntikan untuk mengeluarkan racun. Sekarang saya mengalami masalah serius pada saluran pencernaan. Saya tidak boleh minum air dan tidak boleh makan. Besok saya akan menjalani pencucian saluran pencernaan.”

Jie Lijian menduga seseorang telah menjebaknya dan kemudian meracuninya, sehingga kondisi kesehatannya memburuk dengan cepat.

Jie Lijian telah lama terlibat dalam aksi-aksi yang menentang PKT. Sebelumnya, ia beberapa kali mengalami kekerasan, termasuk mobilnya dirusak, dikeroyok, dan kepalanya dipukul hingga terluka. Ia juga menerima ancaman pembunuhan, bahkan pernah ada orang yang menawarkan hadiah 100.000 yuan untuk menghilangkan nyawanya.

Dalam kasus terbaru ini, Yang Maosen, pendiri Partai Rakyat Era Baru Tiongkok, yang turut mencari Jie Lijian setelah ia tidak dapat dihubungi, menceritakan pengalaman yang menurutnya luar biasa.

Yang Maosen, pendiri Partai Rakyat Era Baru Tiongkok: “Tuhan meminta saya melakukan ini. Dua malam pertama saya berada di gereja mendengarkan khotbah. Pada hari ketiga, saya merasa dipanggil untuk pergi menyelamatkan seseorang. Semuanya adalah perintah Tuhan.”

Pada malam 27 September, Yang Maosen sempat berbicara melalui telepon dengan Jie Lijian dan merasa bahwa cara bicaranya tidak seperti biasanya. Setelah itu, ia tidak dapat lagi menghubunginya.

Pada 29 September, Yang pergi ke kediaman Jie Lijian. Setelah pemilik apartemen mendobrak pintu, mereka melihat Jie Lijian terbaring di tempat tidur dalam keadaan tidak sadarkan diri.

“Saya memegang tangannya dan terasa lemas. Saya memeriksa napas dari hidungnya dan dia masih bernapas. Saat itu saya tahu masih ada tanda-tanda kehidupan. Awalnya saya berpikir untuk menunggu polisi. Ketika menelepon polisi, saya mengatakan akan menunggu mereka datang. Tetapi saya sadar bahwa saat itu ambulans harus segera dipanggil, jadi saya keluar dan menelepon 911 lagi,” ujarnya. 

Yang Maosen mengatakan bahwa setelah petugas medis tiba dan melakukan pertolongan darurat, Jie Lijian memberikan respons dan berteriak sekali. Setelah itu, ia dibawa ke rumah sakit.

Kemudian, ketika Yang Maosen kembali ke kediaman Jie Lijian untuk mengambil pakaian, ia sendiri terus mengalami rasa ingin muntah dan juga menduga adanya kemungkinan racun.

“Saya merasa ada sesuatu yang sangat bermasalah di kamarnya. Saya sampai terus ingin muntah. Setelah pulang dan makan, saya masih merasa tidak nyaman. Perjalanan ke sana sore tadi sangat berdampak pada kondisi saya. Pagi hari saya belum merasa seperti ini. Saat itu saya hanya merasa ingin muntah ketika melihat benda-benda kotor. Tetapi ketika sore hari saya pergi mengambil barang-barang, sampai saat saya berpisah dengannya di rumah sakit, saya masih terus merasa ingin muntah,” ujarnya. 

Jie Lijian saat ini masih menjalani perawatan dan observasi di rumah sakit. Mengenai apakah kasus tersebut benar-benar melibatkan tindakan peracunan, hal itu masih menunggu hasil pemeriksaan medis, keterangan para saksi terkait, serta penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisian setempat dan lembaga federal AS.

INSPIRASI ERABARU

Terlalu Banyak Kegiatan Bisa Membebani Anak, Saatnya Menata Ulang Jadwal Mereka

Jadwal yang penuh tidak selalu berarti masa kanak-kanak yang penuh pengalaman jika hal itu justru menyisakan sedikit waktu untuk kehidupan keluarga yang paling berartiAnnie...

Jangan Terjebak Lautan Nasihat Parenting, Percayalah pada Naluri Anda

Setiap orang, bahkan bibi mereka di Instagram, punya pendapat tentang cara membesarkan anak. Namun, tidak ada yang mengenal anak Anda seperti Anda sendiriWalker LarsonSi...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine