EtIndonesia.com Sebuah pesawat yang terbang menuju Israel dilaporkan mengalami insiden berdarah di dalam kokpit pada 30 September 2026. Seorang pilot menikam pilot lainnya, sehingga pesawat sempat menukik tajam. Setelah kejadian, para penumpang mengatakan bahwa situasinya terasa seperti menaiki roller coaster. Orang-orang berteriak histeris. Beruntung, beberapa orang bergegas masuk ke kokpit dan menghentikan situasi agar tidak semakin parah.
Menurut informasi dari situs pelacak penerbangan FlightRadar24, penerbangan flydubai FZ1073 semula dijadwalkan terbang dari Dubai, Uni Emirat Arab, menuju Tel Aviv, Israel. Saat melintasi wilayah udara Yordania, pesawat menyimpang dari jalurnya dan berbelok menuju Arab Saudi, kemudian mendarat di Bandara Tabuk di barat laut Arab Saudi.
FlightRadar24 menyatakan bahwa data penerbangan menunjukkan, sebelum sinyal darurat pertama dikeluarkan, pesawat tersebut tiba-tiba turun hampir 14.000 kaki (sekitar 4.267 meter) hanya dalam waktu 30 detik.
Penumpang Almog Italie kemudian mengatakan kepada AFP, “Saat itu rasanya seperti kami mengalami turbulensi yang sangat parah, tetapi sebenarnya tidak ada turbulensi.” Ia menggambarkan sensasi ketika pesawat turun ribuan kaki hanya dalam beberapa detik seperti sedang menaiki “roller coaster.”
Dua perempuan lainnya mengatakan kepada Channel 12 Israel, “Orang-orang mulai berteriak. Kemudian pesawat mulai bergoyang ke kiri dan ke kanan.”
Penumpang Dalia Shpigel mengatakan kepada surat kabar Haaretz bahwa setelah para penumpang di kursi bagian depan menyadari ada sesuatu yang tidak beres, “3 hingga 5 pria bergegas masuk ke kokpit”, melumpuhkan penyerang dan mulai memberikan pertolongan kepada pilot yang terluka.
Ia mengatakan, “Sekitar satu jam sebelum mendarat, kami merasa pesawat sudah kehilangan kendali dan mulai bergerak naik turun. Orang-orang itu melihat pesawat mulai menukik, sehingga mereka menerobos masuk ke kokpit.”
Shpigel mengatakan, para “pria muda” tersebut kemudian mengambil alih penanganan situasi dan mulai membantu penumpang lainnya. Pada saat yang sama, pesawat mengubah arah dan bersiap mendarat di Arab Saudi.
Menurut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, pilot yang melakukan penyerangan dengan senjata tersebut tampaknya berusaha membuat pesawat jatuh bersama seluruh orang yang berada di dalamnya.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menggambarkan insiden tersebut sebagai “upaya serangan teroris oleh militan jihad” dan mengatakan bahwa insiden itu berhasil digagalkan “berkat tindakan heroik beberapa penumpang Israel.”
Seorang pejabat Israel mengatakan kepada CNN bahwa sejumlah lembaga, termasuk Badan Keamanan Nasional Israel (Shin Bet), badan intelijen Mossad, militer Israel, dan Kementerian Transportasi Israel, terlibat dalam penyelidikan atas insiden yang terjadi pada pagi 30 September tersebut.
Pejabat itu mengatakan, salah satu pertanyaan utama dalam penyelidikan saat ini adalah mengapa di antara awak penerbangan tersebut terdapat seorang pilot yang berasal dari negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Dua pejabat Israel sebelumnya mengatakan kepada CNN bahwa salah satu pilot berkewarganegaraan Oman. Salah satu pejabat mengungkapkan bahwa warga Oman tersebut adalah kopilot dan diduga merupakan pelaku penyerangan dalam insiden kekerasan tersebut.
Oman tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel. Hingga kini belum diketahui bagaimana pilot berkewarganegaraan Oman tersebut memperoleh izin untuk menerbangkan pesawat menuju Israel.
Dalam insiden tersebut, pilot asal India, Smit Machchhar, sedang menerbangkan pesawat FZ1073 pada 30 September ketika diserang oleh kopilot. Ia berhasil membuka pintu kokpit sehingga para penumpang dan awak pesawat dapat masuk ke kokpit untuk melumpuhkan penyerang dan mencegah terjadinya bencana besar.
Diteruskan NTDTV.com dari Central News Agency / Editor Lu Yongxin


