Epidemi Meluas Selama Libur Nasional 1 Oktober di Tiongkok, Kematian Mendadak di Kalangan Usia Produktif Meningkat

Berdasarkan keterangan sejumlah dokter di Tiongkok, kasus COVID-19 saat ini kembali meningkat. Selama libur panjang 1 Oktober, banyak orang bepergian sehingga mempercepat penyebaran epidemi. Rumah sakit di berbagai daerah dilaporkan penuh sesak. Selain itu, kasus kematian mendadak pada warga berusia sekitar 40 tahun disebut mengalami peningkatan signifikan.

EtIndonesia.com Selama libur panjang 1 Oktober, berbagai objek wisata terkenal di Tiongkok dipadati wisatawan. Pada saat yang sama, rumah sakit di berbagai daerah juga penuh sesak. Seorang pedagang obat dari Hebei mengungkapkan bahwa saat ini Tiongkok sedang memasuki periode tingginya kasus COVID-19. 

Sebelum liburan dimulai, di banyak sekolah, sekitar setengah siswa dalam satu kelas sakit dan tidak masuk sekolah. Ia memperkirakan setelah liburan berakhir, akan terjadi puncak epidemi, dan industri farmasi telah menyiapkan obat-obatan terkait.

Pedagang obat dari Shijiazhuang, Hebei, yang bermarga Yang, mengatakan, “Belakangan ini banyak sekali orang di sekitar saya yang tertular. Setelah pernah tertular sekali, rasanya seperti menanam benih; ketika waktunya tiba, benih itu tumbuh lagi. Setiap tahun orang bisa tertular. 

Ada penelitian yang menunjukkan bahwa setelah terinfeksi sekali, kemungkinan mengalami berbagai komplikasi meningkat beberapa kali lipat. Tahun ini akan ada banyak sekali orang yang meninggal, tetapi sekarang banyak hal yang tidak boleh dibicarakan.”

Seorang dokter bermarga Zhang dari Hebei mengungkapkan bahwa PJ.2.1 merupakan varian virus yang saat ini pertumbuhannya paling cepat dan disebut paling berat tingkat penyakitnya di antara semua varian COVID-19. PJ.2.1 dan BA.3.2, yang sedang dipantau secara ketat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sama-sama merupakan varian dengan tingkat mutasi tinggi. 

Keduanya disebut memiliki kemampuan berikatan dengan reseptor yang kuat dan dapat memperbanyak virus dalam jumlah besar setelah masuk ke tubuh manusia. Saat ini, menurutnya, terdapat peningkatan kasus parah.

Dokter Zhang dari Hebei mengatakan, “Beban virusnya relatif tinggi. Dalam dua hari pasti akan berkembang menjadi parah dan kondisinya akan memburuk dengan cepat. Gejalanya berupa kelelahan. Orang-orang akan melihat kasus orang berusia sekitar 40 tahun yang tiba-tiba meninggal. Jika orang tersebut bukan tokoh terkenal, mungkin Anda bahkan tidak akan mengetahuinya.”

Dokter Zhang juga mengungkapkan bahwa berdasarkan kecepatan penularan PJ.2.1, varian tersebut kemungkinan besar akan berkembang menjadi varian yang dominan. 

Menurutnya, infeksi berulang dapat meningkatkan risiko kematian, terutama pada kelompok berisiko tinggi yang memiliki penyakit bawaan. Komplikasi jantung disebut menjadi yang paling utama, termasuk miokarditis, serangan jantung, gagal jantung, dan kematian jantung mendadak.

“Untuk kelompok berisiko tinggi, usia tidak perlu diperhitungkan. Jika berulang kali tertular, pada dasarnya ada kemungkinan 70 persen tidak dapat bertahan hidup dalam waktu tiga bulan. Semua datanya ditutup,” ujar Dokter Zhang. 

Dokter Zhang dari Hebei mengingatkan bahwa setelah epidemi COVID-19 mereda di sejumlah daerah, influenza A mulai menyebar. Varian yang saat ini dominan disebut H3N2 yang memiliki tingkat keganasan lebih tinggi, dan cukup banyak orang yang harus dirawat di rumah sakit akibat penyakit itu.

“Ada orang yang baru saja positif COVID-19, kemudian dalam waktu satu bulan kembali harus menghadapi influenza A. Hal ini sangat mudah memicu respons imun yang berlebihan, dengan kata lain komplikasi. Saat ini tidak ada satu pun obat yang benar-benar efektif,” katanya. 

Seorang petugas pemakaman di Harbin bermarga Zhao mengungkapkan bahwa belakangan ini kasus kematian mendadak pada kaum muda meningkat. Ia mengatakan pemandangan orang tua yang harus menguburkan anak mereka sendiri sangat menyedihkan.

“Sekarang kematian mendadak pada orang yang masih muda, tanpa tanda-tanda apa pun, sudah menjadi hal yang biasa. Penyakit yang muncul tiba-tiba, stroke, serangan jantung—dua penyakit ini bisa datang dengan sangat cepat, dan orang tersebut langsung meninggal. Pernah ada seorang pengantar makanan berusia 36 tahun, belum menikah, yang meninggal di rumah. Setelah lebih dari 20 hari, rumahnya mulai berbau, dan tubuhnya sudah dipenuhi belatung,” ujar petugas pemakaman Zhao dari Harbin.  

Laporan: Xiong Bin dan Peng Xinyu, NTD Television

INSPIRASI ERABARU

Terlalu Banyak Kegiatan Bisa Membebani Anak, Saatnya Menata Ulang Jadwal Mereka

Jadwal yang penuh tidak selalu berarti masa kanak-kanak yang penuh pengalaman jika hal itu justru menyisakan sedikit waktu untuk kehidupan keluarga yang paling berartiAnnie...

Jangan Terjebak Lautan Nasihat Parenting, Percayalah pada Naluri Anda

Setiap orang, bahkan bibi mereka di Instagram, punya pendapat tentang cara membesarkan anak. Namun, tidak ada yang mengenal anak Anda seperti Anda sendiriWalker LarsonSi...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine