Otoritas maritim Inggris mengatakan bahwa dua kapal tanker terkena “benda yang ditembakkan dari sumber tak dikenal” di sekitar Selat Hormuz. Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan lingkungan.
EtIndonesia.com Kantor Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengatakan serangan pertama menyebabkan “kebakaran kecil dan terputusnya aliran listrik” di atas kapal. Api kemudian berhasil dipadamkan dan kapal melanjutkan pelayarannya hingga keluar dari selat tersebut. Namun, UKMTO tidak mengungkapkan pelabuhan keberangkatan maupun pelabuhan tujuan kapal tersebut.
Beberapa jam kemudian, sebuah kapal tanker minyak mentah lainnya melaporkan terkena “benda yang ditembakkan dari sumber tak dikenal” di perairan sebelah timur Oman.
Menurut UKMTO yang dikutip pada Minggu (4/10/2026), seluruh awak kapal berada dalam kondisi aman dan tidak ada laporan kerusakan lingkungan. Pihak berwenang terkait sedang menyelidiki kedua insiden tersebut.
Menurut laporan AFP, sebelum Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari tahun ini yang memicu perang di Timur Tengah, sekitar seperlima minyak dan gas alam cair (LNG) dunia diangkut melalui Selat Hormuz. Hingga kini, jalur pelayaran tersebut masih menjadi salah satu titik utama konflik.
Pemerintah Teheran terus menghalangi kapal-kapal komersial untuk melintas dan menembaki kapal yang dituduh melakukan pelayaran tanpa izin.
Sebagai tanggapan, Washington menerapkan blokade balik terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, dengan tujuan berupaya mencegah pemerintah Teheran mengekspor minyak.


